HomeBERANDAJaga Stabilitas Harga Pangan, TPID Balinusra Serentak Gelar Gerakan Pangan Murah

Jaga Stabilitas Harga Pangan, TPID Balinusra Serentak Gelar Gerakan Pangan Murah

Mataram (Ekbis NTB) — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB menggelar aksi nyata Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Pagesangan, Kota Mataram, pada Senin (27/7/2026).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Strategis (GPIPS) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) 2026. Mengusung tema “Sinergi Peningkatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata”, kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di wilayah NTB.

16 Komoditas Pangan Strategis Digeber Menggunakan Prinsip 3T

Dalam ajang GPM yang berlangsung serentak di NTB, Bali, dan NTT tersebut, penyelenggara menyediakan 16 komoditas pangan strategis dengan harga yang sangat terjangkau. Komoditas seperti beras SPHP, Minyak Kita, gula pasir, telur ayam, hingga produk hortikultura dari petani lokal disalurkan dengan menerapkan prinsip 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran).

- Advertisement -

Aksi ini berhasil menggandeng sinergi lintas pihak, mulai dari Perum Bulog, Bale Bawang, PPI, Rajawali Nusindo, Rose Brand, UD. Sinta, hingga UMKM sektor pangan.

Masyarakat menyambut positif inisiatif ini. Nida, salah satu pengunjung GPM di Pasar Pagesangan, mengaku terbantu karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibanding harga pasar biasa. Di sisi lain, distributor seperti Bale Bawang mengapresiasi program ini karena membantu memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Memperkuat Komitmen Pengendalian Inflasi Daerah

Pelaksanaan GPIPS diawali dengan seremoni nasional dan Rapat Koordinasi TPIP–TPID se-Balinusra.

  • Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan: Mempertegas bahwa penguatan kolaborasi Sekretariat TPID kunci utama mendukung pertumbuhan ekonomi tinggi dengan tingkat inflasi yang rendah dan stabil.
  • Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Badrudin Hutabarat: Menekankan bahwa pengendalian inflasi adalah kerja kolektif guna memperkuat daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
  • Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Bima Arya Sugiarto: Menambahkan bahwa pengendalian inflasi yang efektif secara langsung mendorong konsumsi, produksi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Dorong Produktivitas Pertanian dan Kerjasama Antar Daerah

Sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat rantai pasok dan ketersediaan pangan, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan beberapa aksi konkret:

  1. Bantuan Sarpras Pertanian: Penyerahan sarana dan prasarana kepada Kelompok Tani Lendang Luar.
  2. Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Kesepakatan antara Poktan Beriuk Geger (Kabupaten Lombok Utara) dan Bale Bawang (Mataram).
  3. Pengembangan Riset & Komoditas: Penguatan sinergi BI NTB dengan Universitas Mataram dalam pengembangan komoditas bawang putih di Lombok Timur.

Ke depan, Deputi Direktur yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa BI bersama Pemda dan TPID akan terus memperkuat implementasi GPIPS. Fokus utama akan diarahkan pada ketersediaan pasokan (K2) dan kelancaran distribusi (K3) demi mematok sasaran inflasi NTB berada pada kisaran target nasional 2,5 \pm 1\%. (r/fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut