Mataram (Ekbis NTB) — Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi bahwa penyaluran Bantuan Pangan Tahap II akan dimulai pada Agustus 2026. Bantuan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menjelaskan bahwa penyaluran tahap II mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
“Insya Allah pada Agustus ini kami salurkan bantuan pangan tahap II untuk tiga bulan sekaligus. Setiap Keluarga Penerima Bantuan (PBP) akan menerima total 30 kilogram beras,” ujar Mara Kamin di Mataram, Senin (27/7/2026).
Jumlah sasaran pada tahap ini mencapai 856.131 PBP—sama seperti tahap I. Bedanya, jika pada tahap pertama penerima mendapat tambahan minyak goreng, kali ini bantuan difokuskan pada komoditas beras sebanyak 10 kg per bulan. Mara memastikan tahap I alokasi Februari–Maret telah tuntas 100 persen tanpa kendala berkat sinergi dengan pemerintah daerah setempat.
Stok Melimpah Hingga Tahun Depan
Selain distribusi bantuan gratis, Bulog NTB juga menjamin cadangan beras di wilayahnya sangat melimpah. Saat ini, Bulog menguasai stok hingga 275 ribu ton yang diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga tahun depan.
“Masyarakat tidak perlu panic buying. Stok kita aman dan pengadaan gabah, beras, serta jagung terus berjalan setiap hari,” tegas Mara.
Guna menjaga keterjangkauan harga, Bulog juga masif menggelontorkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar tradisional, ritel modern, hingga mitra Rumah Pangan Kita (RPK) di tingkat desa. Buka layanan tujuh hari seminggu, Bulog NTB berkomitmen memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga selama masa paceklik kemarau. (r/fan)






