HomeBERANDAPetani Gegerung Mengeluh 5 Hektare Lahan Belum Diairi Irigasi Bendungan Meninting

Petani Gegerung Mengeluh 5 Hektare Lahan Belum Diairi Irigasi Bendungan Meninting

Giri Menang (EKBIS NTB) – Petani di wilayah Desa Gegerung Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar) yang berada di sekitar Bendungan Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat mengeluhkan 4 hingga 5 hektare lahan mereka belum bisa digarap. Hal ini karena lahan pertanian itu belum dialiri jaringan irigasi bendungan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026) itu.


Sebelumnya, petani mendapatkan pasokan dari jaringan irigasi untuk mengaliri lahan mereka, tetapi akibat terkena pembebasan lahan sehingga tidak lagi difungsikan. Kepala Desa Gegerung Harun mengatakan, persoalan ini sebenarnya ingin disampaikan perwakilan petani kepada presiden secara langsung ketika peresmian Bendungan Meninting. Di mana pihaknya telah menyiapkan dua petani sebagai perwakilan yang rencananya berdialog dengan Presiden.


“Rencananya pak Presiden kan mau ngomong (berdialog) dengan petani, kami sudah siapkan dua orang perwakilan, tetapi tidak ada konfirmasi pak Presiden mau berdialog dengan petani,” jelas Harun, Minggu (12/7/2026).
Disebutkan, luas areal pertanian yang menerima manfaat dari jaringan Bendungan Meninting di desanya seluas 86,4 hektare. Areal pertanian ini selama ini cukup suplai air.

- Advertisement -


Dulunya, ada areal yang menjadi sumber irigasi petani, tetapi semenjak dibebaskan lahan itu untuk Bendungan Meninting jaringan irigasinya tidak difungsikan lagi. Akibatnya, petani tidak bisa mengairi areal pertaniannya.
“Itu (jaringan irigasi) rusak, tidak diperbaiki jaringan irigasinya. Dulunya areal ini tempat (sumber) warga ambil air irigasi. Nah, ketika dibebaskan, tidak ada lagi tempat kami mengambil (irigasi),” tuturnya.


Jaringan irigasi tidak dibuka lagi setelah dibebaskan lahannya. Jaringan yang difungsikan hanya ke bagian bawah, sedangkan ke lahan pertanian warga yang berada pada bagian atas seluas 4-5 hektare tidak dibuka.


Pihaknya pun beberapa kali menyampaikan hal ini ke pihak terkait dan bersurat ke Dinas PU, bahkan petani turun langsung ke Bendungan Meninting menemui unsur terkait. Pihak terkait pun berkomitmen akan membangun jaringan irigasi itu, tetapi sampai sekarang belum direalisasikan.


“Harapan petani kami, irigasi dihidupkan, dibangun lagi,” harap dia. Sebab tidak ada lagi alternatif petani mendapatkan air irigasi untuk pertanian.
Ia mengatakan, alternatif lain sudah diupayakan menggunakan pipa untuk mengaliri air irigasi ke lahan pertanian warga.

Tetapi itu tidak bisa maksimal, karena petani perlu menggali menyebabkan elevasi permukaan menjadi semakin bawah. Selain itu, petani juga diberikan pompa air oleh Dinas Pertanian tetapi tidak maksimal juga. Seharusnya harapan kades, hal ini disampaikan oleh warga ke presiden agar diatensi segara ditangani agar petani bisa bercocok tanam.


Sementara itu, Kadis PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi mengatakan, harapan para petani ini menjadi atensi pihaknya untuk dikoordinasikan secepatnya dengan pihak terkait dalam hal ini BBWS. “Kami atensi ini dengan BBWS,” katanya.


Untuk diketahui Bendungan Meninting dibangun sejak 2018 lalu dengan anggaran Rp1,4 triliun. Di bendungan ini dibangun juga jarigan irigasi sepanjang 280 kilometer dengan lahan kurang lebih seluas 40 hektare. (her)

BENDUNGAN MENINTING – Bendungan Meninting di Lombok Barat. Bendungan ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto, tetapi belum bisa mengairi 4-5 hektare lahan pertanian milik warga di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lobar. (EKBIS NTB/her)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut