Lombok Barat (ekbisntb.com) – Program Alfamart Sahabat Posyandu terus memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Sepanjang Juni 2026, program yang dijalankan Alfamart bekerja sama dengan PT Nestlé Indonesia tersebut hadir di 28 titik lokasi di berbagai daerah dengan target menjangkau 2.800 penerima manfaat dari kalangan ibu dan anak.
Salah satu kegiatan berlangsung di Gerai Alfamart Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Kamis, 18 Juni 2026. Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati para ibu yang membawa anak-anak mereka untuk mengikuti pemeriksaan tumbuh kembang, layanan kesehatan dasar, serta edukasi mengenai gizi dan pola asuh anak.
Program yang diluncurkan sejak awal 2023 ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Pelaksanaannya melibatkan dinas kesehatan dan kader posyandu setempat.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
“Melalui pemanfaatan gerai Alfamart yang berada dekat dengan lingkungan masyarakat, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh ibu dan anak. Program ini juga menjadi sarana edukasi agar orang tua semakin memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala,” ujarnya.
Menurutnya, program Sahabat Posyandu akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Setiap bulan program ini terus berjalan dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi kesehatan anak, tetapi juga peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi yang seimbang,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai layanan kesehatan dasar, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan anak, imunisasi sesuai jadwal, pemberian makanan tambahan, hingga edukasi kesehatan dan gizi yang disampaikan tenaga kesehatan maupun kader posyandu.
Rani menambahkan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan berbasis komunitas masih cukup besar.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan seperti ini masih sangat besar. Karena itu, kami terus berupaya memperluas jangkauan program dalam mendukung kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.
Kolaborasi dengan PT Nestlé Indonesia juga dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sesuai tahapan usia anak. Senior Brand Manager Nestlé DANCOW, Sylvia Carmelia, mengatakan orang tua perlu memahami kebutuhan gizi anak, terutama pada masa pertumbuhan.
Ia menjelaskan, anak usia satu tahun membutuhkan nutrisi pelengkap yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk susu yang mengandung zat gizi penting seperti DHA dan zat besi untuk mendukung perkembangan otak. Selain itu, orang tua juga perlu membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada label kemasan produk sebelum membeli.
“Sebagai merek susu yang berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak, kami ingin membantu orang tua dalam memilih nutrisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak,” ujarnya.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu orang tua menerapkan pola pemenuhan gizi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Manfaat program juga dirasakan langsung oleh peserta. Murni, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan bersama anaknya, mengaku terbantu karena dapat memantau kondisi kesehatan anak sekaligus memperoleh pengetahuan baru mengenai pengasuhan.
“Senang karena anak bisa diperiksa tumbuh kembangnya dan saya juga mendapat pengetahuan baru tentang kesehatan anak. Kegiatannya menarik dan pelayanannya baik,” katanya.
Hal senada disampaikan Baiq Indah. Menurutnya, kegiatan seperti ini memudahkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus edukasi yang bermanfaat bagi keluarga.
“Program seperti ini sangat bermanfaat. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga mendapat banyak informasi yang bisa diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari,” ujarnya. (r)






