Monday, May 11, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBlogBupati Lotim Siapkan Skema Baru Garap Potensi PAD dari Sembalun dan Pendakian...

Bupati Lotim Siapkan Skema Baru Garap Potensi PAD dari Sembalun dan Pendakian Rinjani

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai menyiapkan skema baru untuk mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari kawasan wisata Sembalun dan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani.

Langkah ini dilakukan agar besarnya arus wisatawan yang datang ke kawasan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah dan masyarakat setempat, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengatakan, selama ini potensi ekonomi dari sektor wisata alam, khususnya pendakian Rinjani, belum sepenuhnya memberikan kontribusi maksimal bagi daerah. Karena itu, pemerintah daerah mulai menata sistem pengelolaan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni penerapan sistem digitalisasi transaksi wisata. Menurutnya, seluruh aktivitas ekonomi wisata seperti penginapan, restoran, hingga layanan lainnya akan diarahkan menggunakan sistem pembayaran yang terhubung langsung dengan pemerintah daerah.

“Ketika orang menginap, makan, dan melakukan transaksi wisata lainnya, itu harus langsung tercatat secara digital agar pajaknya masuk ke daerah,” ujarnya di Mataram, pekan kemarin.

Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga tengah menyiapkan regulasi terkait pembagian manfaat dari aktivitas wisata pendakian dan destinasi alam lainnya di kawasan Sembalun. Ia mencontohkan skema pengelolaan di sejumlah bukit wisata yang memungkinkan pembagian pendapatan antara pemerintah daerah, desa, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Dalam skema tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan destinasi wisata agar mereka memiliki kepentingan langsung dalam menjaga kawasan wisata.

“Pokdarwis harus mendapatkan bagian supaya mereka semangat menjaga destinasi. Desa juga harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur tetap menaruh perhatian besar terhadap penataan kawasan Sembalun agar pertumbuhan pariwisata tidak merusak bentang alam dan lahan pertanian produktif.

Haerul menegaskan pembangunan di kawasan Sembalun harus tetap mengacu pada tata ruang dan tidak boleh dilakukan di wilayah rawan bencana maupun lahan pertanian yang masih produktif.

Menurutnya, konsep besar pengembangan Sembalun tetap diarahkan sebagai kawasan wisata berbasis pertanian atau agrowisata yang tetap mempertahankan keindahan alamnya.

“Wisata boleh berkembang, tetapi lahan pertanian tetap harus dijaga. Jangan sampai pembangunan justru merusak daya tarik utama Sembalun,” katanya.

Tak hanya fokus pada pendapatan daerah, Pemkab Lombok Timur juga tengah menyiapkan sistem pengamanan bagi wisatawan pendaki. Salah satu rencana yang akan diterapkan adalah kewajiban surat keterangan sehat bagi wisatawan sebelum melakukan pendakian.

Fasilitas pemeriksaan kesehatan rencananya akan disiapkan di kawasan pendakian sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan wisatawan.
“Kita ingin wisata di Sembalun dan pendakian Rinjani ini tertata dengan baik. Daerah dapat manfaat, masyarakat sejahtera, dan alam tetap terjaga,” pungkasnya. (bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut