Mataram (ekbisntb.com) — PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kolaborasi PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (GELISAH).
Melalui dukungan sarana produksi, PLN mendorong optimalisasi pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat. Sepanjang 2026, Komunitas GELISAH berhasil mengumpulkan sekitar 50 kilogram sampah plastik, dengan 45 kilogram di antaranya diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Produk yang dihasilkan mencakup berbagai kebutuhan rumah tangga dan cendera mata kreatif seperti asbak, tatakan gelas, jam dinding, hingga gantungan kunci yang telah menjangkau pasar luar daerah.
Pendiri Komunitas GELISAH, Lailatul Ulfah, menyampaikan bahwa pada April 2026 saja pihaknya mencatat penjualan lebih dari 400 produk, termasuk pengiriman ke berbagai wilayah di luar daerah.
“Pengiriman mencapai 28 paket dengan total pemanfaatan sekitar 20 kilogram sampah plastik dalam satu periode produksi,” ujarnya.
Menurut Ulfah, peningkatan kapasitas produksi tidak terlepas dari dukungan PLN melalui program TJSL yang menghadirkan peralatan produksi modern.
“Bantuan mesin cacah, oven, dan perlengkapan lainnya membuat proses produksi lebih efisien dan meningkatkan kualitas produk kami,” jelasnya.
Dampak program ini tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Kampung Banjar, Ampenan.
Masyarakat kini terlibat aktif dalam rantai pengelolaan sampah melalui skema insentif ekonomi, dengan harga beli Rp5.000 per kilogram untuk botol plastik dan Rp7.000 untuk tutup galon.
Selain itu, program ini menjadi sarana pemberdayaan generasi muda pesisir, termasuk kelompok rentan seperti remaja putus sekolah.
“Kami ingin membangun ekosistem produktif yang memberi peluang bagi anak muda untuk berkembang,” tambah Ulfah.
Dengan struktur organisasi yang semakin profesional, Komunitas GELISAH kini memiliki pembagian fungsi yang jelas dan mampu meningkatkan daya saing produk di pasar.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi PLN dalam mengimplementasikan prinsip ESG secara konsisten di seluruh wilayah operasional.
“Program ini mencerminkan bagaimana pengelolaan lingkungan dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Rizki.
PLN berkomitmen untuk terus memperluas dampak program serupa sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target nasional dalam pengurangan sampah serta transisi menuju ekonomi sirkular.
“Kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak berkelanjutan yang terukur bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Rizki.(bul)






