Tuesday, April 28, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaMusim Haji, Penukaran Riyal Melonjak 200 Persen

Musim Haji, Penukaran Riyal Melonjak 200 Persen

Mataram (ekbisntb.com) – Memasuki musim pemberangkatan haji 2026, permintaan penukaran mata uang riyal Arab Saudi mengalami lonjakan tajam. Ketua Asosiasi Perdagangan Valuta Asing (APVA) Provinsi NTB, Darda Subadra, menyebut peningkatan transaksi penukaran mata uang rupiah ke mata uang riyal saat musim haji bisa mencapai 200 persen dibanding hari biasa.

Lonjakan tersebut dipicu tingginya kebutuhan calon jamaah haji (CJH) yang mempersiapkan uang tunai sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sebagian besar jamaah memilih menukar uang di daerah asal agar lebih praktis dan tidak perlu mencari tempat penukaran setibanya di Arab Saudi.

- Iklan -

“Kalau musim haji begini memang banyak penukaran riyal. Ada kenaikan, bahkan bisa sampai 200 persen,” ujar Darda, Senin, 27 April 2026.

Meski permintaan meningkat signifikan, pelaku usaha penukaran valuta asing di NTB justru menghadapi keterbatasan stok riyal. Kondisi itu membuat sejumlah permintaan terpaksa ditolak karena ketersediaan uang asing tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita kebanyakan menolak permintaan karena stoknya sangat terbatas,” katanya.

Menurut Darda, mayoritas penukar riyal adalah jamaah haji yang datang langsung ke gerai penukaran. Nilai transaksi pun bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta per orang, tergantung kebutuhan masing-masing jamaah selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah.

“Yang menukar itu jamaah langsung. Tidak banyak, rata-rata Rp2 juta sampai Rp5 juta,” jelasnya.

Ia mengatakan, keterbatasan stok terjadi karena pelaku usaha harus berhitung cermat dalam menyediakan riyal. Jika stok terlalu banyak dan tidak terserap pasar, maka dana akan tertahan dalam bentuk mata uang asing.

“Kalau kita terlalu banyak stok dan tidak habis, nanti harus disimpan lagi. Jadi seadanya saja,” ujarnya.

Sementara itu, suasana penukaran uang juga terlihat ramai di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kota Mataram. Calon jamaah mendatangi stan penukaran riyal yang disediakan untuk memudahkan kebutuhan sebelum keberangkatan.

Petugas penukaran uang di lokasi, Rohani, mengatakan seluruh pecahan riyal disiapkan, mulai dari nominal kecil hingga besar. Namun pecahan kecil menjadi yang paling diminati karena lebih mudah digunakan untuk kebutuhan harian.

“Semua pecahan ada, dari 5 sampai 500 riyal. Kebanyakan jamaah ambil pecahan kecil karena lebih mudah dipakai,” katanya.

Layanan penukaran di asrama haji sendiri disebut sudah menjadi agenda rutin setiap musim haji. Bahkan penyedia jasa telah bersiaga sejak pagi sebelum jamaah mulai masuk ke area asrama. (bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut