Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mengklaim, produksi cabai lokal terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2025, dengan luas tanam 336 hektar menjadi 647 hektar pada tahun 2026.
“Pada prinsipnya produksi cabai lokal kita sangat tinggi, tetapi karena permintaan pasar yang meningkat signifikan sehingga produksi cabai lokal kewalahan dan harganya juga mahal,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.
Mahalnya harga cabai di pasaran saat ini, terjadi karena permintaan yang cukup tinggi terutama selama bulan Ramadan. Kondisi ini tentu dianggap sangat wajar, karena hampir setiap tahun terjadi terutama jelang hari raya besar keagamaan.
“Meski produksi cabai lokal kita sangat tinggi, tetapi belum sepenuhnya mampu menekan harga di pasaran. Makanya kita masukan cabai dari luar daerah,” ucapnya.
Wayan menyebutkan, total produksi cabai lokal per tahun mencapai 203,46 kwintal per hektar. Sementara, dari 647 hektar yang telah panen habis baru di angka 85 hektar dan panen belum habis mencapai 562 hektar.
“Sebenarnya potensi produksi cabai kita masih sangat tinggi dan kemungkinan baru terjadi setelah lebaran nanti. Sehingga kami yakin harga cabai yang sangat tinggi saat ini bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu upaya yang saat ini tengah digiatkan pemerintah yakni memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran. Salah satunya adalah cabe dan tomat, sehingga harga salah satu bumbu dapur tersebut, bisa ditekan dan daya beli masyarakat bisa meningkat.
“Kami terus mengiktiarkan produksi cabai kita terus meningkat setiap tahunnya sehingga pada saat permintaan tinggi harganya tidak mahal. Kami juga akan memasifkan penanaman di beberapa sentra produksi cabai,” tukasnya. (ils)






