26.5 C
Mataram
BerandaBerandaWarga Keluhkan Harga Elpiji 3 Kilogram Mencapai Rp35 Ribu

Warga Keluhkan Harga Elpiji 3 Kilogram Mencapai Rp35 Ribu

Bima (ekbisntb.com) – Warga Kabupaten Bima mengeluhkan tingginya harga elpiji bersubsidi 3 kilogram mencapai Rp35 ribu. Kenaikan harga tersebut dirasakan semakin memberatkan masyarakat, terutama karena gas melon merupakan kebutuhan harian rumah tangga.

Salah seorang warga Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Fitri mengaku harga gas melon di tingkat warung eceran saat ini, sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan di tingkat agen, harga juga bervariasi dan kerap dijual di atas ketentuan.

“Di agen kadang masih Rp25 ribu, tetapi ada juga yang Rp 30ribu. Kalau beli di warung bisa sampai Rp35 ribu,” katanya mengeluh ditemui pada, Kamis (22/1/2026).

Menurut Fitri, mahalnya harga gas melon menjadi persoalan utama yang dirasakan warga. Ia menilai, meskipun harga naik, masyarakat masih terpaksa membeli karena gas melon merupakan kebutuhan pokok untuk memasak.

“Ini kebutuhan harian. Mau tidak mau tetap harus dibeli, walaupun mahal,” katanya.

Selain harga yang tinggi, Fitri menyebut kondisi diperparah dengan pasokan gas yang tidak menentu. Warga sering kali harus berkeliling mencari gas, namun tetap harus membayar dengan harga tinggi saat gas tersedia.

“Kalau mahal tapi gampang didapat mungkin masih bisa dimaklumi. Ini sudah mahal, dapatnya juga susah,” ucapnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Fitri mengaku terpaksa menambah jumlah tabung gas di rumahnya, agar bisa membeli gas saat stok tersedia di agen.

“Sekarang terpaksa nambah tabung. Jadi kalau ada gas, bisa langsung beli. Kalau menunggu habis, bisa berhari-hari tidak masak,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Kabupaten Bima lainnya yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyebut harga gas melon yang terus naik menjadi beban tersendiri bagi masyarakat kecil.

“Kalau ada gas, harganya sudah mahal. Tapi karena ini kebutuhan, tetap harus dibeli,” katanya.

Ia bahkan harus berkeliling di desanya untuk mencari gas, hingga terpaksa mendatangi desa tetangga karena persediaan di desanya sendiri telah habis.

Suara NTB berupaya mengonfirmasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima. Sampai berita ini ditulis, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kenaikan harga maupun langkah pengendalian yang akan dilakukan. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut