26.5 C
Mataram
BerandaBerandaJadi Pendamping CJH Lansia, 52 CJH Langsung Berangkat Tanpa Masuk Daftar Tunggu

Jadi Pendamping CJH Lansia, 52 CJH Langsung Berangkat Tanpa Masuk Daftar Tunggu

Praya (ekbisntb.com) – Dari 1.178 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang akan berangkat haji tahun ini. Sebanyak 52 orang di antaranya merupakan CJH kategori lanjut usia (lansia). Dengan usia antara 86 sampai 89 tahun. Mereka pun mendapat privilese untuk bisa mengusulkan satu orang pendamping yang bisa langsung berangkat haji tahun ini tanpa harus masuk daftar tunggu.

Usulan pendamping CJH lansia tersebut saat ini sudah disampaikan ke pemerintah pusat dan kini tinggal menunggu persetujuan. “Nama-nama pendamping CJH lansia sudah kita usulkan. Tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat,” ungkap Kepala Kantor Kementeriaan Haji dan Umroh (KHU) Loteng H. Lalu Syamsul Hadi, kepada Suara NTB, di kantornya, Selasa (20/1/2026).

Dikatakannya, CJH yang menjadi pendamping CJH lansia memang diberikan hak istimewa untuk bisa langsung berangkat haji, setelah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Kendati belum masuk daftar tunggu haji. Dengan ketentuan yang bisa menjadi pendamping ialah anak atau menantu dari CJH lansia bersangkutan.

Keberadaan pemdamping tersebut diharapkan bisa membantu memudahkan para CJH lansia selama menunaikan ibadah haji nantinya. Sehingga yang diprioritaskan menjadi pendamping ialah CJH dengan usia yang lebih muda.

“Inilah kenapa saudara dari CJH lansia tidak masuk kategori pendampingi CJH lansia. Karena kalau saudara dikhawatirkan yang diusulkan jadi pendamping nantinya yang rentan usianya tidak terpaut jauh. Jadi sama-sama lansia,” sebutnya.

Disinggung jadwal pemberangkatan CJH asal Loteng, Syamsul Hadi mengatakan masih menunggu infomasi dari pemerintah pusat. Termasuk soal pembagian kelompok terbang (kloter) CJH asal Loteng. Karena saat ini persiapan pemberangkatan haji masih tahap penyelesaian pelunasan BPIH.

“Informasi awal pemberangkatan CJH asal Loteng pada 22 April 2026 mendatang. Tapi untuk kepastiannya kita masih menunggu informasi dari pemrintah pusat,” imbuhnya.

Masa Tunggu Berkurang

Lebih lanjut Syamsul Hadi menambahkan, pada musim haji tahun ini kuota haji Loteng termasuk yang paling tinggi di NTB. Di mana kuota haji Loteng hanya kalah dari Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Hal itu wajar mengingat jumlah penduduk Lotim lebih banyak dari Loteng.

Tingginya kuota haji Loteng tahun ini sedikit tidak bisa memangkas lama masa tunggu haji di Loteng. Ditambah perubahan sistem kuota haji yang tidak lagi mengenal istilah kuota daerah, tetapi kuota nasional membuat lama masa tunggu jauh menurun.

“Kalau saat masih menggunakan sistem kuota daerah, lama masa tunggu haji di Loteng itu sekitar 36 tahun. Tapi sekarang dengan adanya perubahan system kuota, lama masa tunggu haji di Loteng menjadi sekitar 26 tahun. Berkurang sekitar 10 tahun,” tandas pria asal Penujak ini.

Panjangnya masa tunggu haji di Loteng menunjukkan tingginya minat masyarakat Loteng untuk menunaikan ibadah haji. (kir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut