Praya (ekbisntb.com) – Kementerian Haji dan Umroh memutuskan untuk membuka perpanjangan pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 ini untuk yang ketiga kalinya. Perpanjangan waktu pelunasan BPIH tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Calon Jemaah Haji (CJH), khususnya CJH yang masuk kuota regular untuk melunasi BPIH. Tidak terkecuali bagi CJH asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang hingga saat ini belum melakukan pelunasan BPIH.
Di Loteng sendiri hingga Selasa (20/1/2026), tercatat ada 180 orang CJH yang belum melunasi BPIH. Sementara yang sudah melunasi BPIH sebanyak 998 orang. “Jadi kuota regular haji kita ada 1.178 orang. 998 orang diantaranya sudah melunasi BPIH. Sisanya, sebanyak 180 orang belum melunasi BPIH,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Loteng H. Lalu Syamsul Hadi, kepada Suara NTB, di kantornya, Selasa siang.
Dengan ada perpanjangan waktu pelunasan BPIH tersebut, maka CJH yang belum melunasi BPIH masih ada kesempatan untuk melakukan pelunasan sampai tanggal 23 Januari 2026 mendatang. Jika sampai batas waktu tersebut tidak juga melakukan pelunasan BPIH, maka jatahnya keberangkatan CJH bersangkutan akan dialihkan kepada CJH yang masuk kuota cadangan.
“Loteng mendapat kuota cadangan sebanyak 561 orang. Dengan yang sudah melunasi BPIH sebanyak 163 orang,” sebutnya. Itu artinya, masih selisih minimal sekitar 17 orang CJH untuk bisa menutupi 180 orang CJH kuoata regular yang belum melunasi BPIH. Jika nanti semuanya memutuskan tidak berangkat haji tahun ini, karena tidak melunasi BPIH sampai tenggat waktu yang diberikan.
Terhadap CJH kuota regular yang belum melunasi BPIH tersebut, pihaknya terus membangun komunikasi. Hal itu Guna memastikan keputusan akhir dari para CJH tersebut, apakah akan melunasi BPIH tahun ini atau tidak. Jika tidak, maka jatah keberangkatanya akan dialihkan ke CJH kuota cadangan yang sudah melunasi BPIH.
“Dari 180 CJH yang belum melunasi BPIH, ada sekitar 70 orang yang sudah membuat keputusan secara tertulis tidak berangkat haji tahun ini. Sisanya, masih dikomunikasikan terus keputusan akhirnya,” ujar pria asal Penujak ini.
Alasan para CJH tersebut pun cukup beragam. Ada yang memang belum siap secara materi hingga menunda keberangkatan hingga tahun depan untuk menunggu anggota keluarga yang lain. Ada juga karena meninggal dunia dan sampai saat ini ahli waris belum menunjuk siapa yang menjadi pengganti.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di NTB, lanjut mantan Kasi. Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Loteng ini, realisasi pelunasan BPIH Loteng tahun ini terbilang rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan realisasi pelunasan BPIH pada musim haji 20025 lalu. Di mana tahun lalu tidak sampai harus tiga kali perpanjangan waktu, kuota sudah terpenuhi.
“Ya, kita tunggu saja sampai batas waktu yang diberikan. Masih ada kesempatan beberapa hari kedepan. Dan, kita optimis kuota keberangkatan haji tahun ini bakal terpenuhi,” tegasnya. (kir)






