Mataram (suarantb.com) – Kuota haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk musim haji tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Total kuota haji NTB tahun ini ditetapkan sebanyak 5.798 jemaah, atau bertambah 1.299 jemaah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 4.499 jemaah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, L. Muhammad Amin, mengatakan penambahan kuota tersebut patut disyukuri karena memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat NTB untuk menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah, kuota haji NTB tahun 2026 ini lumayan bagus naiknya. Kuota NTB menjadi 5.798, naik dari sebelumnya 4.499 atau mendapat tambahan 1.299 jemaah,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Dengan tambahan kuota tersebut, jumlah kelompok terbang (kloter) asal NTB juga ikut bertambah. Jika sebelumnya NTB memberangkatkan 12 kloter, kini bertambah menjadi 15 kloter.
“Tambahan 1.299 jemaah ini setara dengan penambahan tiga kloter. Jadi, NTB dari 12 kloter kini menjadi 15 kloter,” jelasnya.
Amin menambahkan, meski Kementerian Haji dan Umrah saat ini masih berada dalam masa transisi pascapemisahan kelembagaan, pihaknya memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan.
“Dalam masa transisi ini, kami terus berproses dan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2026 agar berjalan sukses,” katanya.
NTB dijadwalkan masuk dalam gelombang pertama keberangkatan. Jemaah haji NTB direncanakan mulai masuk Asrama Haji pada 21 Mei dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 Mei 2026. “Semua tahapan persiapan berjalan sesuai timeline. Insyaallah berjalan aman dan lancar,” ujar Amin.
Terkait skala prioritas jemaah, Amin menegaskan bahwa pelayanan akan difokuskan kepada jemaah lanjut usia (lansia). Dari total kuota 5.798 jemaah, terdapat 290 jemaah kategori lansia, 14 pembimbing Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU), serta 31 petugas haji daerah (PHD).
“Yang menjadi penekanan utama adalah pelayanan kepada jemaah lansia. Mereka akan mendapatkan pelayanan ekstra,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh penetapan jemaah haji dilakukan berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), termasuk penentuan kelayakan kesehatan jemaah yang merupakan rekomendasi dari tim kesehatan.
“Kami menerima rekomendasi dari tim kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan. Setelah itu dilakukan pembahasan kebijakan secara berjenjang,” jelasnya.
Sementara terkait pembagian kuota haji di masing-masing kabupaten dan kota di NTB, Amin menyebutkan bahwa rincian pembagiannya akan segera disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah. “Nanti pembagian kuota per kabupaten dan kota akan kami kirimkan secara resmi,” ujarnya.
Dengan bertambahnya kuota haji tahun ini, diharapkan antrean jemaah haji dapat semakin terurai dan pelayanan kepada jemaah semakin optimal. (bul)






