26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPantai Kahona Sekaroh, Mutiara Tersembunyi di Selatan Lombok, Kini Terbuka untuk Dunia

Pantai Kahona Sekaroh, Mutiara Tersembunyi di Selatan Lombok, Kini Terbuka untuk Dunia

SELAMA bertahun-tahun, namanya hanya hidup dalam cerita para nelayan dan bisik-bisik para petualang yang berani menelusuri perairan tersembunyi. Kini, Pantai Kahona di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, secara resmi menyingkap tabirnya.

Seperti mutiara yang ditemukan kembali, pantai berpasir putih di Teluk Dalam itu diluncurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (17/1/2026), menandai babak baru sebagai destinasi wisata yang siap menyambut dunia.

Perjalanan menuju Kahona kini adalah bagian dari petualangannya. Sebuah jalan baru membelah perbukitan hijau Jerowaru, mengantarkan pengunjung pada sebuah kejutan alam nan asri. Di ujung jalan itu, perpaduan sempurna antara teluk biru yang tenang dan landai dengan bukit-bukit hijau perawan menyapa setiap mata yang memandang.

“Destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih asri. Perpaduan pemandangan bukit-bukit hijau dengan ketenangan Teluk Dalam yang nyaman benar-benar istimewa,” ujar Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, dengan antusias dalam peluncuran tersebut. Ia menyebut kehadiran Kahona sebagai angin segar bagi pariwisata daerah.

Sebelumnya, Kahona adalah simbol keterisolasian yang justru menjadi penjaga keasriannya. Akses darat yang hampir tak mungkin dilewati membuatnya hanya bisa dijangkau lewat jalur laut, biasanya dengan menyewa perahu dari Pantai Pink yang sudah lebih dulu terkenal. Keterpencilan itu telah membentuknya menjadi oasis yang damai.

Nama ‘Kahona’ sendiri sarat makna. Menurut Gusti Abenk, pengurus Gerakan Pemuda Selatan (GPS), ia merupakan singkatan dari ‘Karya Harmonis Nusantara’. Pantai ini kini dikelola secara resmi oleh lembaga GPS tersebut. Untuk menikmatinya, pengunjung dikenai biaya parkir Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp25.000 untuk mobil.

Dari Kota Selong, ibu kota Kabupaten Lombok Timur menuju pantai Kahona dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Yakni menempuh jarak sekitar 40 kilometer.

Kahona bukan destinasi untuk sekadar memandang. Ia mengundang pengunjung untuk mengalami dan merasakan. Aktivitas seperti berenang di teluk yang tenang, memancing di tepian, berkemah di bawah langit berbintang, atau sekadar menikmati matahari terbit menjadi daya tarik utamanya. Kehadirannya semakin memperkaya khazanah pantai indah di Lombok bagian selatan, setelah Pantai Pink, Tanjung Ringgit, Pantai Segui dan sederetan pantai indah lainnya.

Meski telah terbuka, masih ada harapan untuk penyempurnaan. Gusti Abenk menyampaikan aspirasi masyarakat dan pengelola kepada pemerintah. “Harapan kami, pemerintah dapat memperbaiki jalan masuk ke pantai sekitar 300 meter yang masih perlu penataan, serta pengadaan berugak (gazebo) untuk kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Dengan dibukanya akses jalan yang signifikan ini, diharapkan tidak hanya memberikan alternatif destinasi baru bagi wisatawan yang mencari ketenangan di luar jalur mainstream, tetapi juga mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, baik lokal maupun pendatang, untuk menjadikan Pantai Kahona sebagai pilihan utama berlibur,” ajak Sekda Juaini Taofik, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata yang tersebar di penjuru daerah.

Pantai Kahona Sekaroh kini bukan lagi rahasia. Ia adalah sebuah undangan yang terbuka: menawarkan ketenangan, keasrian, dan pengalaman wisata yang autentik di Lombok Timur. Saatnya menuliskan namanya dalam agenda petualangan berikutnya, ke sudut tenang di Teluk Dalam yang siap menyambut dengan senyum sunyinya. (rus)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut