Giri Menang (suarantb.com) – Dinas Perhubungan Lombok Barat (Dishub Lobar) membuka layanan pengaduan terkait keberadaan parkir liar yang masih menjamur di wilayah Lobar. Melalui hotline yang dikoordinasikan dengan Inspektorat, warga bisa mengadukan jika menemukan parkir liar.
Kepala Dishub Lobar, M. Hendrayadi mengatakan, pendapatan parkir ada dua kategori, yakni parkir tepi jalan umum dan tempat parkir khusus yang bersifat retribusi. Masalah klasik mengenai parkir liar menjadi perhatian serius dalam rencana aksi tahun 2026. Untuk menekan kebocoran PAD akibat parkir ilegal, Hendrayadi akan melakukan penataan besar-besaran terhadap petugas di lapangan.
Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pemberian identitas resmi yang mencolok bagi juru parkir ilegal. “Juru parkir nanti kita kasih identitas yang berbeda, entah rompi atau apa namanya pakaian jukir,” kata Hendrayadi, Senin (12/1/2026).
Langkah ini diambil agar masyarakat bisa membedakan secara langsung mana petugas resmi dan mana oknum yang tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut, Dishub juga berencana mengumumkan 320 titik parkir resmi di wilayah Lobar secara transparan kepada publik. Pengetahuan publik mengenai titik legal ini sangat penting karena jika petugas yang menarik pungutan bukan merupakan petugas resmi di titik yang telah ditentukan, maka aktivitas tersebut dapat dipastikan sebagai parkir ilegal.
Guna memastikan akuntabilitas di lapangan, Dishub Lobar akan menyediakan saluran pengaduan khusus atau hotline pelaporan. Layanan ini nantinya akan terintegrasi dengan pihak Inspektorat, sehingga masyarakat memiliki wadah resmi untuk melaporkan kejanggalan atau praktik pungli di titik-titik parkir.”Kita akan buka layanan pengaduan yang yang terintegrasi dengan Inspektorat,” terangnya.
Pihaknya juga akan menerapkan sistem digital dalam sistem pembayaran Parkir ke depan. Penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermudah kontrol dan pengawasan pendapatan. “Kami harapkan sebenarnya kalau memang bisa melalui QRIS, mungkin kita gunakan QRIS juga nanti ke depan, biar lebih gampang kontrolnya,” jelasnya. (her)






