26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPenerbangan Lombok-Darwin Ditargetkan Dimulai Akhir Februari

Penerbangan Lombok-Darwin Ditargetkan Dimulai Akhir Februari

Mataram (ekbisntb.com) – Pada awal tahun 2026, NTB berencana menambah konektivitas internasional. Salah satu yang dibidik Pemprov NTB untuk dihubungkan dengan Lombok adalah Australia, selain banyak wisatawan dari negara Kanguru itu berwisata ke NTB, jarak antara Lombok dan Australia Utara, khususnya Darwin juga tidak terlalu jauh.

Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, mengatakan pembukaan rute penerbangan Lombok-Darwin rencananya akan dibuka pada akhir Februari 2026, atau paling lambat awal Maret tahun ini. Menurutnya, fokusnya saat ini adalah membuka penerbangan internasional yang berpotensi besar mendatangkan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara dekat dengan Indonesia.

“Dan memang kita fokus untuk penerbangan-penerbangan internasional yang mendatangkan wisatawan-wisatawan macam negara. Jadi, untuk Lombok ini pertama yang kita akan buka adalah Lombok-Darwin, Northern Territory Australia. Dekat lah ya dalam bulan akhir Februari atau awal Maret,” ujarnya.

Setelah Darwin, TransNusa juga menyiapkan pembukaan rute Lombok–Perth seiring penambahan armada pesawat. Rute tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam tahun ini.

“Kemudian berikutnya sesuai dengan penambahan armada kami, kita akan terbang juga dari Lombok – Perth. Ya, untuk itu yang dalam jangka pendek tahun ini ya,” lanjutnya.

Bayu menjelaskan, pembukaan rute Australia didorong oleh tingginya arus wisatawan asing yang selama ini masuk melalui Bali dan Jakarta. Lombok diposisikan sebagai destinasi alternatif terdekat dari Bali yang dinilai masih memiliki daya tampung besar.

“Dengan kondisi Bali yang sudah padat, sudah krodit, itu kan para wisatawan ini kan bukan hanya setop di Bali. Jadi kita juga ingin melihat, Lombok ini kan yang paling dekat,” jelasnya.

Penerbangan Lombok–Darwin nantinya akan menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang dengan frekuensi awal empat kali dalam sepekan. Frekuensi tersebut akan ditingkatkan jika permintaan pasar menunjukkan tren positif.

Ia menambahkan, untuk memastikan rute ini tetap berlanjut, pihaknya akan memastikan penyesuaian harga tiket serta kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata agar keterisian penumpang tetap optimal, termasuk untuk penerbangan kembali.

“Makanya itu nanti larinya ke pricing ticket. Kalau penumpang baliknya kosong. Kita harapkan kalau dengan pelaku usaha seperti Travel Legends, kalau dia grup kan enggak kosong,” tambahnya.

Ke depan, setelah Australia, pihaknya juga berencana membuka peluang rute internasional ke negara-negara ASEAN hingga Asia Timur, seiring bertambahnya armada. Namun untuk tahap awal, fokus utama tetap pada pasar Australia.

“Yang dibidik saat ini masih Australia. Karena Australia ini kan negara dekat juga,” pungkasnya.

Terpisah, General Manager Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZAM), Aidhil Philip Julian, menilai Pemprov NTB sangat bersemangat dalam mendorong sektor pariwisata. Menurutnya, konektivitas merupakan bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata.

Begitupun dengan rencana penggunaan Comac disebut efektif untuk menjangkau penerbangan dengan durasi 4–5 jam, dengan rotasi rute yang terhubung dengan Bali serta pengembangan konektivitas antardestinasi (destination to destination. (era)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut