Praya (ekbisntb.com) – Jembatan Pantai Seger yang ada di kawasan wisata Pantai Seger Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kondisinya kini memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga jembatan tersebut kian lapuk. Sudah sejak lama jembatan tersebut tidak mendapat sentuhan perbaikan. Padahal jembatan tersebut menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Pantai Seger.
Pantauan Suara NTB, Sabtu (10/1/2026), menunjukkan beberapa bagian tiang penyangga bawah jembatan sudah patah. Maklum, karena hampir semua tiang peyangga jembatan menggunakan kayu dan bambu. Agar bisa tetap dilewati, warga sekitar memasang bambu melintang di sepanjang jembatan.
Jembatan itu tidak dilengkapi pengamanan di bagian samping, setiap orang yang melintas harus berhati-hati. Pasalnya, sedikit saja kesalahan bisa berakibat fatal bagi orang yang melawati jembatan itu. Dengan kondisi jembatan yang rapuh, warga pun dilarang melintas menggunakan sepeda motor.
“Kalau sepeda motor memang tidak kami kasih lewat. Mengingat, kondisi jembatan yang sudah rusak dan rapuh, sehingga cukup berbahaya kalau dilewati sepeda motor,” aku warga setempat. Mereka pun mengaku sudah menyampaikan prihal kondisi jembatan tersebut ke pemerintah daerah setempat. Namun, hingga saat ini belum ada respons.
Warga pun terpaksa harus mengeluarkan biaya pribadi untuk memperbaiki bagian jembatan yang rusak. Supaya bisa tetap dilintasi oleh warga maupun wisatawan yang datang. “Sebagai warga kami sangat berharap segera dilakukan diperbaiki. Mengingat keberadaan jembatanya sangat penting. Terlebih, sebentar lagi akan ada event Bau Nyale. Sehingga pastinya orang akan banyak datang ke Pantai Seger,” ujar warga.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng Lalu Sungkul yang dikonfirmasi sebelumnya, tidak menampik kalau kondisi jembatan Seger sudah mulai rusak, karena memang sudah cukup lama tidak diperbaiki. Pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) supaya bisa segera ditangani.
Pihaknya berharap jembatan Seger tidak sekadar diperbiki. Namun dibangun secara permanen, supaya bisa memberikan manfaat dalam waktu lama. Hanya saja anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Sementara saat ini kondisi daerah sedang dihadapkan pada persoalan efisien anggaran.
Belum lagi soal status lahan tempat jembatan akan dibangun. Di sebelah barat itu lahan ITDC. Sementara di sebelah timur masuk menjadi lahan provinsi. “Banyak hal yang jadi kendala kalau mau membangun jembatan yang permanen, tapi yang penting bisa diperbaiki saja dulu. Supaya bisa dilewati masyarakat dengan aman,” ujar Sungkul. (kir)






