Praya (ekbisntb.com) – Kawasan Pantai Seger, Kuta Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah tetap akan menjadi lokasi puncak perayaan event Bau Nyale yang akan berlangsung pada 7-8 Februari 2026 mendatang. Persiapan pun sudah mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) sebagai pelaksana. Beberapa event baru direncanakan akan dihadirkan untuk mendukung dan menyemarakkan event budaya nasional tahunan tersebut kali ini.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng, Lalu Sungkul, kepada Suara NTB, Rabu, 7 Januari 2026, mengungkapkan, pihaknya tengah merancang beberapa event baru yang nantinya bisa dilaksanakan saat perayaan Bau Nyale. Salah satunya event Mandalika Heritage Lombok, berupa pameran budaya yang akan menampilkan berbagai warisan budaya Lombok.
Terutama warisan benda, seperti keris, kain tenun dan hal-hal unik lainnya yang menjadi kebanggan daerah. “Pameran budaya ini direncanakan digelar selama tiga hari. Dilaksanakan sebelum malam puncak perayaan Bau Nyale. Tapi teknisnya sedang dimatangkan,” sebutnya.
Pameran budaya tersebut, lanjut Sungkul, penting agar bisa menghadirkan cerita atau story telling soal kekayaan budaya masyarakat Lombok, khususnya Loteng. Sehingga orang akan semakin tahu dan mengenal soal masyarakat Lombok. Sekaligus bisa menjadi wahana promosi pariwisata daerah.
Bersamaan dengan itu juga akan ada event pendukung lainnya. Di antaranya peresean dan karnaval budaya yang akan diikuti sekitar 1.000 putri Mandalika perwakilan kecamatan dan desa di daerah ini. “Dengan adanya event-event pendukung tersebut, perayaan Bau Nyale tahun ini bisa semakin semarak,” imbuhnya.
Selain persiapan dari sisi eventnya, jelas Sungkul, persiapan dari sisi sarana pendukung juga dilakukan. Salah satu yang menjadi fokus yakni perbaikan Jembatan Seger. Mengingat, kondisi jembatan tersebut saat ini sudah rusak parah dan cukup membahayakan bagi masyarakat yang lewat, sehingga butuh penanganan yang intens. Supaya bisa digunakan oleh masyarakat nantinya.
“Untuk perbaikan Jembatan Seger ini, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng. Harapannya, perbaikan Jembatan Seger ini bisa selesai sebelum puncak perayaan Bau Nyale,” ujarnya.
Sungkul mengaku belum bisa memastikan akan hadir artis nasional dalam perayaan Bau Nyale. Namun melihat kondisi keterbatasan anggaran yang ada sekarang ini, tampaknya akan sulit bisa mendatangkan artis nasional seperti pada beberapa perayaan Bau Nyale sebelumnya.
“Tapi mau ada atau tidak artis nasional, event Bau Nyale akan tetap ramai. Karena ini memang event rakyat,” pungkas mantan Camat Pujut ini. (kir)






