Lombok (ekbisntb.com) — Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Barat memastikan seluruh beras yang dikelola—baik untuk cadangan pangan pemerintah maupun penyaluran komersial—telah melalui prosedur ketat demi menjamin kualitas dan keamanan konsumsi. Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar menjelaskan standar pengelolaan beras Bulog dari hulu hingga hilir.
Regar mengatakan, Bulog mengelola dua jenis beras utama, yakni beras medium dan premium. Beras medium umumnya dipergunakan untuk kebutuhan cadangan pangan pemerintah, termasuk Bantuan Pangan, Operasi Pasar, maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara itu, beras premium diperuntukkan untuk penjualan komersial di pasar.
Proses pengecekan kualitas dilakukan sejak awal—bahkan sebelum beras masuk ke gudang Bulog. Quality control dari Ujicoba Sampel (Ujas) dan Satuan Tugas Pengawasan Mutu sudah melakukan pemeriksaan sejak beras diserap.
“Dari awal dia masuk, kualitasnya sudah diperiksa. Setelah disimpan, pengecekan dilakukan rutin setiap bulan. Jadi ada tahapan-tahapan yang sudah baku mulai dari panen sampai siap disalurkan,” tutur Regar.
Pada tahap penggilingan, Bulog bekerja sama dengan sejumlah mitra penggilingan padi. Ia mengakui bahwa tidak semua mitra menggunakan mesin berteknologi tinggi, namun standar mutu tetap diwajibkan sesuai SOP pemerintah.
“Ada yang teknologinya modern, ada yang standar. Tapi kualitas tetap harus mengikuti SOP yang ditetapkan Bappenas dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Demikian juga saat di gudang.
“Untuk menjaga kualitas beras di gudang, kita memiliki petugas khusus quality control. Mereka melakukan pengecekan rutin terhadap beras, baik dari aspek visual, kadar air, hingga potensi serangan hama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan mutu beras selalu terjaga. Untuk beras premium, masa penyimpanan relatif singkat sehingga rotasinya cepat.
“Biasanya hanya satu hingga dua bulan. Karena pergerakannya cepat, risiko penurunan kualitas jauh lebih kecil,” tambahnya.
Regar juga memastikan kualitas beras yang disalurkan untuk bantuan pangan sekalipun, tidak dibedakan dengan distribusi komersial.
“Kualitas bantuan pangan itu tetap kita jaga. Walaupun itu beras bantuan, standarnya sama harus layak konsumsi, bersih, dan aman,” jelasnya.
Pun halnya soal beras berkutu, menurutnya, Bulog memiliki kontrol ketat sehingga beras berkutu tidak akan pernah sampai ke masyarakat.
“Kalau di gudang ditemukan ada beras berhama, itu tidak akan kita keluarkan. Kami selalu instruksikan kepala gudang untuk sering melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada masalah hama,” ujarnya.
Dengan seluruh prosedur pengawasan tersebut, Bulog NTB memastikan beras yang beredar maupun disalurkan aman dan layak konsumsi.
“Dipastikan sekali lagi, kualitas beras Bulog sangat aman untuk dikonsumsi,” demikian Regar. (bul)






