spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiInflasi Kota Mataram Capai 2,14 Persen

Inflasi Kota Mataram Capai 2,14 Persen

Lombok (ekbisntb.com) – Inflasi Kota Mataram pada bulan Juni mencapai 2,14 persen. Inflasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Mei mencapai 1,46 persen. Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga cabai rawit dan tomat.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Kota Mataram bahwa pada Juni 2025 terjadi inflasi year on year sebesar 2,14 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,3 pada Juni 2024 menjadi 108,58 pada Juni 2025. Salah satu komoditas penyebab inflasi dari bulan ke bulan adalah cabai rawit dan tomat. “Cabai rawit dan tomat menjadi salah satu pemicu inflasi di Kota Mataram,” ujarnya.

- Iklan -

Menurutnya, inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok. Yakni, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,36 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,06 persen. Kelompok kesehatan sebesar 2,33 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,32 persen. Kelompok pendidikan sebesar 2,11 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,37 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,71 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,22 persen; dan Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,15 persen.

Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,84 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,09 persen.

Sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi year on year pada Juni 2025, antara lain emas perhiasan, beras, kopi bubuk, tomat, minyak goreng, nasi dengan lauk, bimbingan belajar, kelapa, bawang merah, dan bahan bakar rumah tangga.

Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, telepon seluler, pisang, bensin, daun bawang, bawang putih, sabun detergen bubuk, dan detergen cair.

Sementara sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mount to mount antara lain: tomat, cabai rawit, nasi dengan lauk, beras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, tukang bukan mandor, angkutan udara, emas perhiasan, dan kopi bubuk. “Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Juni 2025, antara lain: daging ayam ras, bawang putih, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, angkutan laut, detergen cair, bensin, sabun detergen bubuk, rampela hati ayam, ketimun, dan kecap,” sebutnya.

Pada Juni 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi year on year yakni, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,99 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,20 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,11 persen. kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen. Dan kelompok transportasi sebesar 0,03 persen.

“Sedangkan pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi year on year pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen,” sebutnya.

Pemkot Mataram tetap berupaya menekan laju inflasi dengan menggelar pasar rakyat, kopling, dan intervensi program lainnya melibatkan OPD teknis dan Bank Indonesia. (cem)

Artikel Yang Relevan

Iklan












Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut