Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mempertegas kesiapan untuk menerima salah satu Program Stategis Nasional (PSN) ekstensifikasi garam rakyat di Kecamatan Plampang, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
“Jadi, yang sudah berproduksi ada sekitar 8.000-10.000 hektar dan masih ada lahan potensial lainnya. Kami berharap Pak Menteri bisa menjadikan Sumbawa sebagai daerah produksi garam di wilayah timur,” kata Bupati Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot, Jumat, 27 Februari 2026.
Bupati melanjutkan, Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten terbesar di NTB dibandingkan dengan pulau Lombok. Apalagi panjang pantai di Sumbawa mencapai 980 kilometer dengan luas wilayah 74.000 kilometer.
“Kami memiliki potensi laut yang luar biasa, termasuk potensi tambak yang luar biasa. Termasuk juga potensi untuk tambak garam rakyat yang sudah kita siapkan di Kecamatan Plampang,” ucapnya.
Haji Jarot menyebutkan, program nasional ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam yang selama ini bergantung pada impor. Bahkan dari sisi kelayakan, Sumbawa memiliki keunggulan baik dari luas lahan, kondisi alam hingga potensi kualitas garamnya dibandingkan daerah lain.
“Pada prinsipnya kami siap untuk mewujudkan program tersebut di Sumbawa. Kami juga telah menyiapkan lahan sebagaimana dibutuhkan untuk program itu,” jelasnya.
Ia berharap, Kabupaten Sumbawa bisa menjadi lokasi yang dipilih pemerintah pusat sebagai lokasi pengembangan garam nasional. Jika terpilih, maka Sumbawa akan menjadi bagian penting dari strategi nasional menghentikan impor garam industri secara bertahapi.
“Ini bukan sekadar keinginan daerah, tetapi peluang besar untuk memberi nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam,sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat untuk kesejahteraan,” tegasnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan sudah menginstruksikan ke Dirut Garam untuk mengkaji lebih lanjut lahan yang sudah disiapkan. Lahan 10.000 hektar ini juga akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan layak atau tidaknya tambak garam ini dibangun di Sumbawa.
“10.000 hektar yang sudah disiapkan itu saya sudah minta ke Dirut Garam, untuk mengkaji lebih lanjut. Apabila memiliki potensi yang bagus itu juga akan menjadi pertimbangan,” ucapnya.
Pemerintah pun menargetkan di akhir tahun 2027, Indonesia sudah harus swasembada garam,sehingga untuk program ekstensifikasi tambak garam rakyat yang dihajatkan di wilayah Indonesia Timur, khususnya di NTB dan NTT yang memiliki potensi yang bagus bisa terealisasi.
“Kita masih menunggu hasil kajian lebih lanjut atas usulan tersebut. Tetapi pada prinsipnya, Indonesia ditargetkan swasembada garam di tahun 2027,” tukasnya. (ils)






