Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Kayangan, Umar, menanggapi pernyataan Komisi IV DPRD NTB soal kapal-kapal tua yang beroperasi lintas Kayangan (Lombok Timur) – Poto Tano (Kabupaten Sumbawa barat).

Menurutnya, seluruh operator kapal telah mematuhi regulasi yang berlaku.

“Soal kategori kapal tua itu sebenarnya ranahnya syahbandar. Namun dari sisi operator, kami sudah melaksanakan ketentuan sesuai aturan. Setiap kapal wajib docking setiap tahun dan menjalani pemeriksaan rutin. Kalau ada komponen tidak layak, kapal otomatis dilarang berlayar sampai memenuhi syarat laik operasi,” jelasnya.
Umar juga menegaskan bahwa operator tidak bisa menentukan jadwal kapal secara sepihak.
“Jadwal kapal dibuat oleh Dinas Perhubungan Provinsi. Kami hanya melaksanakan seluruh regulasi yang ditetapkan. Kalau ada aturan yang perlu dievaluasi, kami siap menyesuaikan,” katanya.
Saat ini, terdapat 28 kapal yang terdaftar di lintasan Kayangan–Poto Tano. Setiap hari, rata-rata 10 kapal beroperasi, sementara 18 kapal lainnya tidak berlayar. Umar menilai jumlah kapal yang tersedia sudah memadai.
“Menurut kami sudah cukup. Harapan kami, tidak ada penambahan kapal lagi agar distribusi jadwal tetap seimbang,” tambahnya.
Dengan penegasan tersebut, Gapasdap memastikan kapal yang melayani penyeberangan di Kayangan–Poto Tano beroperasi sesuai regulasi dan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.
Sebelumnya, Komisi IV DPRD Provinsi NTB menyoroti masih beroperasinya kapal-kapal tua yang melayani penyeberangan barang dan penumpang di lintasan Kayangan–Poto Tano. Kapal tersebut dinilai tidak layak operasi dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
Anggota Komisi IV DPRD NTB, Syamsul Fikri, menegaskan bahwa usia kapal yang sudah tua membuatnya rawan dari sisi keamanan.
“Saya khawatir soal keselamatan penumpang. Kapal-kapal yang usianya sudah tua itu sebenarnya tidak layak lagi dioperasikan. Kalau masih beroperasi, berarti ada yang tidak beres dalam proses pengecekan kelayakan kapal,” kata politisi Partai Demokrat itu.(bul)