spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaEkonomiBank Indonesia Ungkap Peluang NTB dari Kerjasama Penggunaan QRIS antara Indonesia-Jepang

Bank Indonesia Ungkap Peluang NTB dari Kerjasama Penggunaan QRIS antara Indonesia-Jepang

Lombok (ekbisntb.com) – Kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam penggunaan sistem pembayaran berbasis QR code atau QRIS lintas negara resmi dijalin. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat kedua negara bertransaksi tanpa harus menukar mata uang terlebih dahulu.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menilai langkah ini akan membuka peluang besar bagi Provinsi NTB, khususnya pada sektor pariwisata, UMKM, dan perdagangan ekspor.

- Iklan -

“Integrasi sistem pembayaran Indonesia-Jepang melalui QRIS akan membuat transaksi menjadi lebih efisien, mudah, dan aman. NTB bisa menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan mengingat potensi pariwisata dan produk lokalnya yang besar,” ungkap Hario, Rabu, 27 Agustus 2025.

Dorong Kenyamanan Wisatawan Jepang

Menurut Hario, salah satu dampak langsung kerja sama ini adalah meningkatnya kenyamanan wisatawan Jepang saat berkunjung ke NTB, baik ke Mandalika, Gili Trawangan, maupun destinasi lainnya. Wisatawan cukup menggunakan aplikasi pembayaran Jepang yang sudah terkoneksi QRIS untuk melakukan transaksi non-tunai di Indonesia.

“Ini akan mendorong daya saing pariwisata NTB sekaligus mendukung penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP Mandalika atau kegiatan MICE. Dengan transaksi yang lebih praktis, belanja wisatawan juga berpotensi meningkat,” jelasnya.

Peluang Baru bagi UMKM dan Ekspor

Selain pariwisata, Hario menyebutkan kerja sama ini juga membuka jalan bagi pelaku UMKM NTB. Produk unggulan daerah seperti mutiara, kopi, tenun, rumput laut, hingga olahan pangan halal bisa dipasarkan lebih luas dengan memanfaatkan QRIS lintas negara sebagai alat pembayaran.

“Wisatawan Jepang yang membeli produk NTB saat berkunjung bisa melanjutkan transaksi daring dari negaranya menggunakan QRIS. Ini artinya, produk kita bisa masuk pasar Jepang tanpa harus menghadapi kompleksitas sistem pembayaran internasional yang biasanya cukup rumit,” terang Hario.

Lebih lanjut, digitalisasi pembayaran juga diyakini akan membantu UMKM dalam pencatatan transaksi keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Momentum Ekonomi Digital

Hario menegaskan, kerja sama Indonesia–Jepang dalam konektivitas pembayaran ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi digital yang terus didorong Bank Indonesia. Bagi NTB, peluang ini sejalan dengan upaya penguatan ekosistem pariwisata halal, ekspor produk unggulan, sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas.

“QRIS lintas negara ini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga soal integrasi ekosistem ekonomi daerah ke jaringan internasional. Ini momentum yang harus kita manfaatkan,” pungkasnya.(bul)

Artikel Yang Relevan

Iklan











Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut