Selong (ekbisntb.com) – Pasokan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram (Kg) per hari dikirim ke Lombok Timur mencapai 50 metrik ton. Berdasarkan data tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memastikan pasokan gas elpiji bersubsidi tersebut tidaklah langka.
Kepala Dinas Perdagangan Lotim, H. Hadi Pathurrahman menjawab Suara NTB via telepon, menjelaskan gas melon dalam kondisi aman. Meski belakangan muncul informasi terkait kelangkaan di lapangan, hal tersebut dibantah oleh pihak pemerintah daerah setempat.
Hadi Fathurrahman, menjelaskan bahwa PT Pertamina secara rutin mendistribusikan elpiji 3 kg setiap harinya dengan volume yang mencukupi kebutuhan masyarakat. “Setiap hari Pertamina mendistribusikan gas melon ini cukup besar bahkan siap ditambah,” ujar Hadi.
Menurutnya, ketersediaan pasokan tersebut bersifat rutin dan bahkan mengalami penambahan atau extra dropping seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
“Berdasarkan hasil koordinasi saya dengan direktur SPBE di Sikur, tidak ada kelangkaan. Setiap hari pasokan itu rutin sesuai arahan SBM Pertamina di Mataram. Mereka menggelontorkan 52 ton per hari, dan itu terus dilakukan. Bahkan fluktuatif, ada extra dropping hingga 58 ton per hari,” tegasnya.
Hadi mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan belakangan ini disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, masyarakat mulai giat memasak untuk persiapan Lebaran, seperti membuat kue dan aneka hidangan. Kedua, meningkatnya jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Lombok Timur, sehingga secara otomatis menambah volume konsumsi elpiji.
Meskipun pasokan dipastikan aman, Hadi mengakui bahwa ada kendala di tingkat pengecer yang menyebabkan harga jual di lapangan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, elpiji 3 kg ditemukan dijual hingga Rp25 ribu per tabung, melebihi ketentuan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Disdag Lotim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak Pertamina untuk melakukan pengawasan. Hadi juga akan segera melaporkan situasi ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Kami akan terus pantau ini. Karena hukum pasar berlaku, pedagang menaikkan harga. Ini yang akan kita koordinasikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) serta melaporkan kepada aparat jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan di atas HET di tingkat pengecer.
Sales Branch Manager Rayon 1 NTB PPN Tommy Wisnu Ramdan secara khusus, Rabu (25/3) menemui Bupati Lotim H. Haerul Warisin. Pihak Pertamina ini diterima langsung Bupati Lotim di ruang kerjanya.
Tommy menegaskan bahwa stok elpiji, baik dari depot maupun di agen dalam kondisi aman. Di wilayah Lombok saja disalurkan 35 ribu tabung per hari. Khusus untuk kebutuhan hari raya termasuk jelang lebaran ketupat Pertamina juga telah menyiapkan 250 persen dari alokasi harian.
Dengan ketersediaan tersebut, ia memastikan alokasi tersebut sudah mulai disalurkan pada Rabu (25/3/2026) kemarin. Seperti contoh penyaluran lewat SPBE Sikur yang biasanya menyalurkan harian sekitar 50 metrik ton, hari ini sudah ter-planning 80 metrik ton.
“Mudah-mudahan siang atau sore ini distribusinya sudah selesai. Masyarakat silakan membeli di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina.” tutupnya.
Sementara pada hari Rabu (25/3/2026) akan disalurkan 17.900 tabung 3 kg yang akan disebar di wilayah Lombok Timur. Dengan demikian pada 25 Maret di Lombok Timur ada sekitar 50 ribu tabung gas melon 3 kg, sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir. (rus)






