PEMERINTAH Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, bersiap menyalurkan bantuan pangan kepada 329 kelompok penerima manfaat (KPM) untuk periode Oktober–November 2025. Penyaluran kali ini berbeda dari sebelumnya karena warga akan menerima dua jenis kebutuhan pokok, yaitu beras dan minyak goreng, sesuai kebijakan terbaru pemerintah pusat.
Program bantuan ini merupakan bagian dari penyaluran nasional yang digulirkan pemerintah pusat melalui Perum Bulog, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram, khususnya Dinas Ketahanan Pangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi keluarga kurang mampu di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang akhir tahun.
Lurah Monjok Barat, Lalu Muhammad Azwar, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat akan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Jumlah tersebut merupakan akumulasi alokasi untuk dua bulan.
Menurutnya, teknis penyaluran akan tetap dilakukan seperti sebelumnya, yakni terpusat di Aula Kantor Lurah Monjok Barat.
“Penyalurannya seperti biasa. Datanya langsung dari Bulog, kami hanya memfasilitasi tempat di aula kantor lurah,” ujar Azwar saat ditemui pada Senin 24 November 2025.
Ia menerangkan, jumlah penerima bantuan pada periode ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika pada periode sebelumnya hanya sekitar 200 KPM, kini jumlahnya bertambah menjadi 329 KPM. Kenaikan tersebut, kata Azwar, menunjukkan adanya pemutakhiran data dan penyesuaian kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Rencananya, penyaluran akan dilakukan pada Senin (24/11/2025). Petugas kelurahan akan membagikan kupon kepada penerima manfaat sesuai jadwal yang telah disusun agar proses pengambilan berlangsung tertib dan teratur.
Azwar mengimbau warga yang menerima bantuan agar membawa identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga untuk mempermudah proses verifikasi. Ia menegaskan pentingnya tertib antrean agar tidak terjadi kendala teknis maupun kerumunan yang tidak diperlukan.
“Kami berharap proses distribusi berjalan lancar, tertib, dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Semua pihak kami minta mematuhi prosedur yang telah ditentukan,” tegasnya.
Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari skema nasional yang rutin disalurkan ke seluruh daerah di seluruh Indonesia. (pan)






