HomeADVERTORIALProgram Cetak Sawah Baru, Pemkab Sumbawa Tunggu Hasil Survei

Program Cetak Sawah Baru, Pemkab Sumbawa Tunggu Hasil Survei


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)
-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, memastikan masih menunggu hasil verifikasi final dari tim Survei, Investigasi, dan Design (SID) terkait pelaksanaan program cetak sawah baru seluas 2.500 hektar.
“Kemarin sudah kita lakukan rapat bersama tim survei dan masih terus berproses. Kami belum mendapatkan jawaban dari tim survei dari usulan 2.500 hektar lokasi mana saja yang sudah disetujui,” kata Kadistan Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, pekan kemarin.


Wayan menyebutkan, berdasarkan data awal lokasi program cetak sawah baru berada di Kecamatan Utan seluas 500 hektar dan beberapa hektar di lokasi lainnya. Pihaknya masih menunggu kepastian dari hasil dari tim survei yang masih terus bekerja di lapangan.


“Syarat utama untuk mendapatkan program tersebut harus memiliki sumber air. Tim survei juga masih terus bekerja untuk menentukan wilayah mana saja yang layak,” jelasnya.

- Advertisement -


Ketersediaan air permukaan menjadi syarat utama,sehingga para petani nantinya bisa secara swadaya memanfaatkan air yang ada pasca program tersebut berjalan. Sehingga pada saat musim hujan sawah bisa langsung dimanfaatkan oleh para petani.
Ia melanjutkan, program cetak sawah baru ini merupakan program strategis nasional (PSN) sehingga diharapkan bisa tepat sasaran.

Artinya, lokasi yang menjadi pelaksanaan program tersebut harus memiliki sumber mata air yang memadai dan bisa digunakan oleh masyarakat.
“Air yang cukup sangat penting dalam mendukung program ini, jangan sampai sawah sudah dicetak tetapi tidak difungsikan sebagaimana mestinya kan sayang anggarannya terbuang sia-sia,” ujarnya.


Sementara terhadap lahan yang tidak memiliki sumber air tidak akan diusulkan. Hal tersebut dilakukan karena banyak lahan cetak sawah baru yang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena tidak memiliki sumber mata air.


Ia menegaskan, program ini dihajatkan pemerintah untuk terus mendongkrak produksi hasil pertanian khususnya beras. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan pangan nasional sehingga tidak terjadi krisis pangan khusus beras.

“Kami berharap program ini bisa berjalan sesuai target dalam menjaga keamanan pangan nasional serta menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” harapnya. (ils)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut