26.5 C
Mataram
BerandaBerandaCuaca Ekstrem, Kapal Penyeberangan Lembar–Padangbai Tetap Beroperasi Normal

Cuaca Ekstrem, Kapal Penyeberangan Lembar–Padangbai Tetap Beroperasi Normal

Mataram (ekbisntb.com) — Aktivitas penyeberangan feri lintas Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) – Padangbai (Bali) dipastikan tetap berjalan normal meski tengah cuaca ekstrem hujan diwarnai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Hingga saat ini, tidak ada penutupan layanan penyeberangan karena kondisi gelombang dan angin masih dianggap dalam batas aman.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Firman Dandy, menjelaskan bahwa hasil pemantauan selama tiga hari terakhir menunjukkan tinggi gelombang di Selat Lombok berada di kisaran 0,5 hingga 1 meter.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kondisi masih aman. Memang angin cukup kencang, tapi untuk tinggi gelombang segitu, pelayanan kapal feri penyeberangan tidak ada penutupan,” ujar Firman, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia menegaskan, hingga kini tidak ada laporan insiden serius yang melibatkan kapal feri anggota Gapasdap Cabang Lembar, termasuk kejadian kendaraan terguling di atas kapal sebagaimana beredar di media sosial.

“Untuk lintasan Lembar–Padangbai, belum ada laporan kapal atau muatan yang sampai terguling. Semua masih aman dan lancar,” tegasnya.

Firman juga memastikan jadwal keberangkatan kapal serta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Lembar tidak mengalami gangguan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, aktivitas perdagangan, hingga sektor pariwisata.
“Operasional masih berjalan normal. Harapannya kondisi ini terus aman supaya perekonomian dan pariwisata tetap jalan,” katanya.

Firman menjelaskan bahwa penundaan keberangkatan kapal biasanya dilakukan apabila tinggi gelombang melebihi 2,5 meter, khususnya untuk kapal berukuran tertentu.
“Kalau ombak sudah di atas 2,5 meter, ada beberapa kapal yang meminta tidak berangkat. Tapi kapal berukuran lebih besar masih bisa diberangkatkan dengan catatan muatan penuh, lashing lengkap, dan stabilitas kapal terjaga,” jelasnya.

Dari sisi jumlah penumpang, Firman menyebut kondisi relatif stabil. Peningkatan sempat terjadi pada momen tertentu, terutama saat ada penutupan layanan fast boat, yang menyebabkan sebagian penumpang beralih menggunakan kapal feri. Namun, untuk penyeberangan masyarakat lokal yang rutin melakukan aktivitas perdagangan, jumlah penumpang masih tergolong normal.

Menurutnya, dengan pengaturan muatan yang padat dan sistem pengamanan yang sesuai standar, kapal masih mampu beroperasi secara stabil meskipun menghadapi gelombang dari berbagai arah.

“Hingga hari ini, dengan ombak masih di kisaran setengah sampai satu meter dan angin yang relatif aman, penyeberangan masih terkendali. Tidak ada masalah,” pungkasnya.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut