Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB memastikan stok pangan aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadan dan Idul Fitri. Stok beras sebagai komoditas pangan utama saat ini masih tersedia sekitar 154 ribu ton, cukup hingga 10 bulan ke depan. Begitupun dengan ketersediaan telur dan daging ayam.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Mohammad Faozal, pemerintah tetap melakukan pengawasan dan memastikan kebutuhan beras dan telur di sejumlah Bulog dan distributor telur tetap aman.
“Alhamdulillah stok beras kita sangat aman hingga enam bulan ke depan,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (AP), Izzudin Mahili. Berdasarkan hasil inspeksi pasar yang dilakukan di Bulog Dasan Cermen dan PT Baling-Baling Bambu, dipastikan ketersediaan stok tetap aman hingga dengan berakhirnya HKBN.
“Rantai pasok berjalan dengan baik, dan distribusi kepada masyarakat tidak mengalami kendala berarti. Kondisi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.
Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga. Seiring dengan itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB agar tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, yaitu membeli sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan barang terjamin dan pemerintah daerah bersama TPID terus melakukan pengawasan secara berkala,” imbaunya.
Mantan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (AP) NTB itu juga menekankan pentingnya peran media dalam menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Media diharapkan dapat menyampaikan informasi yang akurat dan menenangkan agar tidak menimbulkan keresahan.
“Informasi yang benar sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan stok beras yang ada di seluruh gudang Bulog NTB terlampau untuk kebutuhan Ramadan, Idul Fitri, hingga Idul Adha. Bahkan, saat ini Bulog juga sudah mulai melakukan penyerapan gabah dari petani. Sehingga stok yang dimiliki oleh Bulog terus berputar, tersalurkan dan penyerapan tetap berjalan.
“Harga stabil. Belum ada gejolak. Yaa mudah-mudahan tidak ada gejolak harga karena kita di daerah sentra pangan,” harapnya.
Ia melanjutkan, saat ini semua gudang penyimpanan beras di NTB sudah terisi penuh. Bahkan, saking banyaknya produksi padi petani, Bulog kekurangan gudang untuk penyimpanan. Untuk memastikan padi petani dapat terserap sepenuhnya, Bulog akan menyewa beberapa gudang yang representatif untuk penyimpanan beras. (era)






