Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, akan melakukan sensus terhadap seluruh perusahaan yang beroperasi untuk mengetahui jumlah karyawan yang dimiliki termasuk kepatuhan perusahaan terhadap aturan.
“Data kita perusahaan yang ikut program BPJS baru 800, kalau total semuanya sekitar ribuan. Makanya kita sensus untuk memastikan jumlah ril badan usaha yang beroperasi,” Kata Sekretaris Disnakertrans Sumbawa, Auliah Asman kepada Suara NTB, Selasa (20/1/2026).
Auliah meyakinkan, sensus tersebut dianggap penting dilakukan karena fenomena yang terjadi di lapangan saat ini badan usaha cenderung hanya datang daftar saja. Jangan sampai badan usaha tidak memiliki karyawan termasuk yang tidak punya kantor hanya mendaftar saja.
“Kita perlu sensus untuk memastikan kondisi rill di lapangan baik itu jumlan tenaga kerja yang terserap maupun jumlah perusahaan yang eksis beroperasi,” ucapnya.
Sensus ini yang dilakukan tersebut nantinya akan dilaksanakan sebagaimana Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan survei. Sensus tersebut juga bertujuan untuk memastikan angkatan kerja di Sumbawa,sehingga pemerintah bisa mengambil langkah strategis terhadap masyarakat yang belum bekerja.
“Sensus ini kami anggap sangat penting, sehingga kita memiliki daya rill jumlah angkatan kerja yang bekerja dan belum untuk kita lakukan intervensi lebih lanjut, ” jelasnya.
Pola ini dilakukan pemerintah sehingga apa yang menjadi kebutuhan perusahaan bisa disiapkan. Baik itu angkatan kerja yang masih menjadi pengangguran termasuk juga penyiapan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah disiapkan pemerintah.
“Kami perlu melakukan sensus agar kebutuhan tenaga kerja bisa kita siapkan. Sehingga angka pengangguran di Sumbawa bisa terus ditekan,” tukasnya. (ils)






