spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaKrisis Air Bersih di KSB Terus Meluas

Krisis Air Bersih di KSB Terus Meluas

Taliwang (ekbisntb.com) – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumbawa Barat terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kini tercatat ada 9 desa di 3 kecamatan yang warganya butuh suplai air bersih setiap harinya.

“Per hari ini ada 9 desa yang kita drop kebutuhan air bersihnya setiap hari,” terang kepala pelaksana BPBD KSB, Abdul Hamid, Senin 24 Juni 2024.

Adapun 9 desa yang mendapat suplai air bersih itu diantaranya Desa Poto Tano, Desa Tambak Sari, Desa Kiantar, Desa Senayan dan Desa Mantar di Kecamatan Poto Tano. Desa Air Suning, Lamusung dan Kelanir di Kecamatan Seteluk. Dan terakhir Desa Seloto di kecamatan Taliwang.

Desa Seloto sendiri menjadi wilayah terbaru yang mendapat droping air bersih. Menurut Hamid, desa-desa di kecamatan Poto Tano dan Seteluk sebelumnya sudah terlebih dahulu masuk dalam SK tanggap darurat kekeringan tahap pertama yang sudah berlaku sejak tanggal 27 Mei lalu. “Seloto itu kita dapat laporan baru-baru ini dan langsung kita suplai air bersihnya walau belum masuk SK tanggap darurat,” paparnya.

Ia menjelaskan melihat kondisi terkini, masa tanggap darurat kekeringan akan diperpanjang. Karenanya Hamid mengimbau bagi desa yang warganya mulai kesulitan air bersih agar segera melapor sehingga dapat dimasukkan dalam SK tahap dua. “Untuk masa tanggap darurat tahap pertama berakhirnya tanggal 25 Juni besok (Selasa hari ini),” urainya.

Sementara itu ditanya mengenai proses penyaluran air bersih kepada desa terdampak. Sementara ini kata Hamid pihaknya masih mengandalkan anggaran yang tersedia. “Kami tetap akan jalan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat karena memang di wilayah terdampak kekeringan, minim sekali sumber air yang bisa digunakan oleh warga,” cetusnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, BPBD KSB saat ini sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) guna memperoleh sumber pembiayaan mengatasi krisis air bersih yang dialami warga. “Saya sudah bertemu dengan perwakilan BNPB mudah-mudahan segera ada realisasi,” tukasnya seraya menyampaikan harapannya kepada pihak-pihak lain yang berniat memberikan bantuan agar segera merealisasikannya.

“Sejauh ini belum ada misalnya dari BUMN/BUMD yang menyalurkan air bersih. Tapi kalau memang ada programnya harapan kita segera karena kalau lihat kondisi sekarang efek kemarau ini akan berkepanjangan,” imbuhnya. (bug)

Artikel lainnya….

Event MXGP Diharapkan Tingkatkan PAD

Gili Trawangan Dilanda Krisis Air, Hotel Bersiap Relokasi Tamu ke Bali, PHK Massal Mengancam

Jokowi “Lemas”, Izin penyelenggaraan MotoGP Mandalika Berlapis

Artikel Yang Relevan

Iklan



Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini