Praya (suarantb.com) – Harapan masyarakat untuk bisa melihat jembatan Seger, Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dibangun tahun ini berpotensi buyar. Hal ini setelah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berencana membangun jembatan yang ada di dalam kawasan The Mandalika tersebut pada tahun 2027 mendatang.
Ketidaaan anggaran serta mepetnya waktu menjadi penyebab utama jembatan yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Pantai Seger tersebut, tidak bisa ditangani secara menyuluh pada tahun ini.
“Perbaikan tetap dilakukan di tahun ini. Tetapi perbaikan skala kecil. Terpenting jembatannya aman untuk dilalui saja dulu. Kalau untuk perbaikan secara menyeluruh, kita rencanakan tahun depan,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Rahardian, saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin (19/1/2026).
Ia mengatakan untuk perbaikan skala kecil, jembatan Seger tersebut direncanakan dimulai pekan ini. Dengan fokus pada pergantian material jembatan yang sudah rusak. Mengingat, sebagian besar material jembatan dari bambu dan kayu dengan kondisi sudah banyak yang patah.
Termasuk pergantian lantai jembatan yang rencananya akan menggunakan lembaran besi yang diambil dari drum bekas. Agar lantai jembatan lebih aman saat dilalui. “Perbaikan kita percepat supaya saat event Bau Nyale di bulam Februari nanti jembatanya sudah siap digunakan,” sebutnya.
Sembari itu, pihaknya akan mulai mendesain model jembatan Seger yang akan dibangun tahun depan. Desain tersebut penting untuk bisa menghitung besaran kebutuhan anggaran pembangunannya. “Perintah pak Sekda kemarin, kami diminta untuk mendesain model jembatan Seger,” imbuh Rahardian.
Disinggung sumber pembiayaan pembangunannya nanti, Rahardian mengaku belum bisa dipastikan. Apakah akan dibiayai dari APBD Loteng sepenuhnya atau menggunakan anggaran pusat, karena kebutuhan anggaranya sendiri belum bisa diperkirakan sampai sejauh ini. Mengingat, desain jembatan sedang disusun.
“Kita sih berharap kalau memang ada peluang, biaya pembangunan jembatan Seger ini bisa dibiayai dari anggaran pusat. Supaya tidak membebani anggaran daerah,” ujar mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Loteng ini.
Jembatan Seger sendiri merupakan salah satu akses tercepat menuju kawasan wisata Pantai Seger yang setiap tahun menjadi pusat perayaan event Bau Nyale. Pada hari biasa, jembatan Seger banyak dilalui oleh masyarakat dan wisatawan yang mau berwisata ke kawasan Pantai Seger. Sehingga kehadiranya sangat diharapkan untuk bisa menunjang geliat kunjungan wisatawan di kawasan tersebut. (kir)






