26.5 C
Mataram
BerandaBerandaKetegangan Geopolitik Dunia Meningkat, NTB Tetap Yakin Tak Pengaruhi Target Kunjungan Wisatawan...

Ketegangan Geopolitik Dunia Meningkat, NTB Tetap Yakin Tak Pengaruhi Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Mataram (Suara NTB) – Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat, termasuk konflik antarnegara dan menguatnya nilai tukar dolar AS, diyakini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap capaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB tetap optimistis, sektor pariwisata mampu tumbuh dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Optimisme ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, H. Lalu Ahmad Nur Aulia. Menurutnya, dinamika geopolitik dunia memang tidak bisa dilepaskan dari sektor pariwisata. Namun, pengalaman capaian pariwisata NTB sepanjang 2025 menunjukkan bahwa berwisata kini telah menjadi kebutuhan masyarakat global.

“Pariwisata memang tidak terlepas dari geopolitik, kondisi dunia, termasuk penguatan dolar AS terhadap rupiah. Tetapi dari capaian kita (kunjungan wisatawan) di 2025, ini menunjukkan bahwa pariwisata sudah menjadi kebutuhan setiap insan dan akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, Pemerintah Provinsi NTB tetap optimistis meski dunia sedang diliputi ketegangan geopolitik, arus wisatawan mancanegara ke daerah ini akan tetap terjaga.
“Yang berkonflik itu kan tidak semua negara. Masih banyak negara lain yang masyarakatnya ingin berwisata, dan NTB siap menyambut mereka,” tambahnya.

Menurutnya, tren pariwisata global saat ini juga mengalami pergeseran dengan munculnya konsep micro tourism, yakni pola berwisata yang lebih adaptif, aman, nyaman, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing destinasi serta kebutuhan wisatawan.

“Micro tourism ini bagaimana orang tetap bisa berwisata, tetapi dengan cara-cara yang disesuaikan, mengedepankan kenyamanan dan keamanan pelaku perjalanan wisata,” jelasnya.

Pun soal potensi dampak konflik global terhadap pergerakan wisatawan, Aulia kembali menegaskan, hingga saat ini belum ada travel warning dari negara mana pun yang berkaitan dengan perjalanan wisata ke NTB.

“Sampai hari ini belum ada travel warning yang berkaitan dengan pariwisata. Memang ada beberapa negara yang melakukan langkah antisipasi karena potensi dampak konflik, tetapi itu lebih kepada negara-negara yang secara geografis dekat dengan wilayah konflik,” katanya.

Ia menambahkan, NTB justru mengoptimalkan pasar wisatawan dari negara dan kawasan yang tidak terdampak langsung konflik, sebagai strategi menjaga stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara.

Dalam hal ini, Aulia juga menegaskan bahwa orientasi pembangunan pariwisata NTB saat ini tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, tetapi lebih menitikberatkan pada pariwisata berkualitas.

“Pariwisata berkualitas ini tidak hanya soal hitungan finansial. Tapi bagaimana pariwisata itu pro lingkungan, pro kebudayaan, serta inklusif dalam pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kualitas dan kuantitas tetap berjalan beriringan. NTB, lanjut Aulia, ingin menghadirkan pariwisata berkualitas tanpa mengabaikan target jumlah wisatawan.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target kunjungan wisatawan NTB pada tahun 2026 ini ditetapkan sebesar 2,55 juta kunjungan.

“Kita masih menunggu rilis resmi BPS untuk total kunjungan wisatawan selama 2025. Namun berdasarkan data internal tim kami, insyaallah target pariwisata 2025 bisa terlampaui,” demikian Aulia.

Diketahui, Ketegangan geopolitik dunia adalah kondisi ketika hubungan antarnegara berada dalam situasi tegang, tidak stabil, dan berpotensi konflik, baik secara politik, militer, ekonomi, maupun diplomatic.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut