Dompu (EKBIS NTB).Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo, Kabupaten Dompu, terus dipercepat untuk mengejar target penyelesaian sesuai kontrak pada 30 Desember 2026. Sebanyak 617 tiang pancang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dermaga laut.
Kepala UPP Kelas III Calabai Dompu, Prayitno, SH., Senin (17/8) mengatakan material tiang pancang tersebut tiba di Pelabuhan Kilo menggunakan kapal TB Bening I BG Lautan 1801 dari Surabaya.
“Kapal TB Bening I BG Lautan 1801 dari Surabaya tiba di Kilo tanggal 17 Agustus 2026 pukul 05.00 WITA dengan muatan tiang pancang sebanyak 617 batang dengan berat 1.576 ton,” jelasnya.
Menurut Prayitno, kedatangan tiang pancang tersebut menjadi langkah penting untuk melanjutkan pembangunan fasilitas laut. Pihaknya masih menunggu arahan Bupati Dompu terkait pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan dermaga.
Dikatakan, kontraktor sebelumnya sempat menghadapi kendala terkait ketersediaan bahan konstruksi. Tiang pancang yang dikirim dari Surabaya dilaporkan tenggelam di Perairan Madura.
Kondisi tersebut sempat memengaruhi tahapan pekerjaan fasilitas laut.
Kendati demikian, Prayitno memastikan pembangunan Pelabuhan Laut Kilo tetap ditargetkan tuntas sesuai kontrak. Untuk mengejar target tersebut, pelaksana akan menambah tenaga kerja sekaligus jam kerja.
“Betul akan ditambah tenaga kerja dan jam kerja. Fasilitas darat sudah 44,62 persen,” katanya.
Proyek pembangunan Pelabuhan Laut Kilo memiliki nilai sekitar Rp85,1 miliar dan dikerjakan PT Wijaya Inti Nusa Sentosa asal Surabaya. Pekerjaan ditargetkan rampung 100 persen pada 30 Desember 2026.
Untuk fasilitas laut, pekerjaan meliputi pembangunan dermaga segmen 1 berukuran 40 meter x 8 meter dan dermaga segmen 2 berukuran 40 meter x 8 meter. Selain itu, dibangun trestle 1 berukuran 46 meter x 6 meter, trestle 2 berukuran 40,1 meter x 6 meter, serta causeway ELV +3,30 mLWS berukuran 150 meter x 8 meter.
Sementara, pembangunan fasilitas darat yang dibangun meliputi pos jaga, ruang genset, gapura pintu masuk, pagar BRC, signpost pelabuhan, lapangan penumpukan, lapangan parkir penumpang, jalan lingkungan pelabuhan, jalan penghubung pelabuhan, bak sampah, gedung pelabuhan, terminal penumpang, kantor pelabuhan dan musala.
Dikatakan, tibanya seluruh material tiang pancang, pembangunan fasilitas laut diharapkan segera dimulai dan dipacu, sehingga keseluruhan proyek dapat diselesaikan sesuai target kontrak. (ula)






