Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaHarga Melonjak, Pemprov NTB akan Cek Stok Plastik di Distributor

Harga Melonjak, Pemprov NTB akan Cek Stok Plastik di Distributor

Mataram (ekbisntb.com) – Lonjakan harga plastik hingga sekitar 45 persen mulai dirasakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku utama plastik, yakni nafta, yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Afgan, menjelaskan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada distribusi bahan baku plastik global.

- Iklan -

“Bahan baku plastik berupa nafta itu turunan dari minyak bumi. Sekitar 70 persen pasokannya berasal dari Timur Tengah dan distribusinya melalui Selat Hormuz. Karena konflik yang terjadi, pasokannya tertahan dan berdampak pada kenaikan harga plastik hingga 45 persen,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.

Menurutnya, kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dan mulai memengaruhi harga di tingkat distributor maupun pedagang di daerah.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak Disperindag NTB berencana turun langsung ke lapangan untuk mengecek ketersediaan stok plastik di distributor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan yang bisa memperburuk situasi pasar.

“Kami dari bidang perdagangan dalam negeri akan fokus mengecek stok di distributor. Untuk pengawasan distribusi dan kemungkinan penyebab kenaikan harga, itu menjadi ranah bidang terkait lainnya,” jelasnya.

Namun demikian, Afgan mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki data stok plastik secara menyeluruh. Hal ini karena plastik tidak termasuk dalam komoditas yang wajib dilaporkan dalam sistem pemantauan harga dan pasokan daerah.

“Memang tidak ada data stok karena plastik tidak masuk dalam komoditas yang terlaporkan di aplikasi pemantauan,” tambahnya.

Di tengah kenaikan harga ini, Disperindag NTB melihat adanya sisi positif yang bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.

“Kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah plastik,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau para pedagang dan masyarakat agar mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan tas belanja ulang pakai.

Langkah ini dinilai tidak hanya membantu menekan dampak kenaikan harga plastik, tetapi juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di daerah. (bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut