26.5 C
Mataram
BerandaBerandaKampung Nelayan Dikelola Koperasi

Kampung Nelayan Dikelola Koperasi

PEMBANGUNAN tiga kampung nelayan merah putih (KNMP) tahap pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) rampung. Tiga KNMP itu dibangun di Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa, Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah.

Anggaran pembangunan tiga KNMP di NTB mencapai Rp60 miliar, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dalam hal ini Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) karena program tersebut merupakan program pusat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, H. Muslim, ST., mengatakan tiga KNMP yang dibangun sejak tahun 2025 tersebut akan dikelola oleh koperasi. Meski telah ada pengelola, Pemprov cukup khawatir mengenai optimalisasi pengembangan aset agar dapat secara maksimal.

“Tanggal ini (12 Januari, red) rampung 100 persen. Artinya secara fisik sudah selesai. Sudah di-setting semua alat-alat juga. Cuma menjadi tantangan kita ke depan ini adalah bagaimana koperasi bisa mengelola dan mengembangkan aset yang dibangun itu bisa lebih maksimal,” ujarnya, Senin, 12 Januari 2026.
Untuk memastikan keberlanjutan pengembangan program pusat itu di daerah, Pemprov NTB menegaskan pengelola kampung nelayan harus dilakukan oleh koperasi yang profesional. Untuk itu, ia meminta koperasi pengelola segera merampungkan business plan yang matang.

Menurutnya, business plan penting untuk memetakan potensi sekaligus mitigasi kampung nelayan. Terutama dalam memastikan koperasi bisa menutupi biaya operasional yang besar, seperti tarif listrik, agar usaha tetap berjalan berkelanjutan.

“Ini kan perlu keuletan, perlu bisnis plan yang bagus, sekaligus melakukan mapping terhadap potensi dan hambatan-hambatan ketika melakukan pengelolaan ke depan. Sehingga sejak awal mitigasi-mitigasi terkait dengan potensi hambatan itu sudah bisa terdeteksi lebih awal. Itu harapan kita,” jelasnya.

Koperasi, lanjutnya diharapkan mampu melakukan inovasi seperti menjalin kemitraan dengan pihak ketiga, merangkul pengepul ikan lokal, serta memobilisasi potensi sosial masyarakat untuk menghidupkan sektor kuliner di sekitar kawasan.

Setelah membangun tiga KNMP di NTB, Pemprov NTB akan kembali membangun tiga kampung nelayan lain di NTB. Berdasarkan hasil verifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di akhir tahun 2025, telah ditetapkan tiga lokasi tambahan untuk wilayah NTB, yaitu Desa Jala, Kabupaten Dompu, Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, dan lingkungan Bintaro, Kota Mataram.

Saat ini, pembentukan KNMP tahap kedua di NTB masih dalam proses verifikasi persyaratan, seperti lahan, harus ada aktivitas ekonomi di desa sasaran, dan surah ada koperasi desa.

Muslim menjelaskan, Pemprov NTB akan membentuk 40 KMNP secara bertahap di tahun 2026, namun hingga kini baru 31 desa yang telah terverifikasi. “Baru 31, ada beberapa lokasi yang doubel. Sehingga sekarang lagi proses verifikasi ini,” ucapnya. (era)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut