Selong (ekbisntb.com) – Jembatan penghubung Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela dengan Lendang Nangka Utara (Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami ambles dan putus pada malam Minggu (11/1/2025) sekitar pukul 21.00 Wita. Kejadian ini mengakibatkan terputusnya akses transportasi utama antara dua kecamatan tersebut.
Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi, jembatan yang telah berdiri sejak tahun 1990-an itu ambles setelah diterjang derasnya aliran air. “Jembatan itu ambles karena termakan usia,” ujarnya.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi empat dusun, yaitu Dusun Sukatani dan Gawah Malang di Desa Jurit Baru, serta Dusun Mekarsari dan Benteng Selatan di Desa Lendang Nangka Utara. Athar menekankan pentingnya akses ini, terutama untuk anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi, yang mengecek langsung lokasi, menyebutkan hujan deras pada Sabtu, 11 Januari 2026 menyebabkan aliran air menghantam bagian bawah jembatan hingga terputus. “Ini terkikis sama air, terjadi gerusan di bawah fondasi. Sungainya terlalu sempit sehingga normalisasi diperlukan,” jelasnya.
Menanggapi keadaan darurat ini, BPBD mengambil langkah cepat. “Besok (hari ini, red.) kita akan bantu bangunkan jembatan darurat pakai bambu dulu,” tegas Lalu Mulyadi.
Pembangunan darurat ini akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dari kedua kecamatan agar akses tidak terisolasi terlalu lama, khususnya untuk sepeda motor dan kebutuhan mendesak.
Untuk pemulihan permanen, BPBD telah melakukan asesmen. Jembatan dengan panjang sekitar 9 meter dan kedalaman 4 meter ini direncanakan akan dibangun kembali pada tahun ini. “Kita akan upayakan pembangunan secara permanen. Ini sangat vital dan strategis untuk pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tambahnya.
Opsi penggunaan jembatan besi (Bailey) juga dipertimbangkan, namun memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan daerah. Langkah prioritas saat ini adalah memulihkan transportasi secepat mungkin dengan jembatan darurat, sambil menyusun rencana pembangunan jembatan baru yang lebih kuat. (rus)






