Praya (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berupaya maksimal untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. Dengan begitu, Pemkab Loteng bisa meningkatkan persentase alokasi belanja program di tahun 2027. Di satu sisi peningkatan alokasi belanja program diharapkaan bisa menekan persentase belanja pegawai yang saat ini masih cukup tinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., kepada Suara NTB, Jumat (10/4/2026), mengatakan sesuai kebijakan pemerintah pusat, mulai tahun 2027 mendatang belanja pegawai di semua daerah ditetapkan maksimal 30 persen dari total anggaran daerah. Sementara Loteng sendiri saat ini belanja pegawainya masih cukup tinggi, di angka 42 persen.
Untuk bisa menekan persentase belanja pegawai ada beberapa pilihan yang bisa diambil. Pertama, mengurangi alokasi belanja pegawai itu sendiri. Apakah itu dengan memangkas anggaran belanja pegawai secara langsung atau dengan cara mengurangi jumlah pegawai, sehingga beban anggaran belanja pegawai bisa dikurangi.
Jika opsinya memangkas belanja pegawai, pilihan yang bisa dilakukan salah satunya dengan memotong besaran Tunjang Kinerja Daerah (TKD) pegawai. Sedangkan kalau opsinya mengurangi jumlah pegawai, pilihan yang bisa diambil yakni dengan mengurangi jumlah tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hanya saja, opsi-opsi tersebut dirasa cukup berat dilakukan. Karena akan bisa memicu polemic diinternal pemerintah daerah. “Untuk saat ini opsi memotong TKD maupun mengurangi tenaga PPPK bukan menjadi pilihan pemerintah daerah,” tegasnya.
Opsi yang memungkinan diambil di luar opsi mengurangi belanja pegawai dengan cara memotong anggaran belanja atau mengurangi jumlah pegawai tersebut yakni dengan mengenjot belanja program. Kalau belanja program bertambah, sementara belanja pegawai tidak banyak perubahan maka hal itu bisa menekan prosentase belanja pegawai di struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Loteng nantinya.
“Inilah yang tahun ini sedang kita upayakan. Bagaimana agar belanja program bertambah. Salah satu caranya yakni dengan meningkatkan PAD. Sembari melakukan efisien di pos-pos belanja pegawai lainnya,” jelas Firman.
Memang meningkatkan PAD bukan pekerjaan mudah. Namun dengan upaya maksimal dan dukungan dari semua pihak, Pemkab Loteng optimis PAD Loteng bisa terus meningkatkan. “Target kita PAD tahun ini bisa di atas Rp 500 miliar,” imbuhnya. (kir)






