Saturday, April 11, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaLalu Mirza: Perkuat Swasembada Pangan NTB

Lalu Mirza: Perkuat Swasembada Pangan NTB

Mataram (ekbisntb.com) – Usai dilantik oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal pada Kamis, 9 April 2026, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah langsung bergerak cepat menyiapkan langkah strategis, guna memperkuat swasembada pangan di daerah.

Fokus utama yang menjadi perhatian adalah memastikan keberlanjutan produksi komoditas utama seperti padi dan jagung, yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan NTB. Menurutnya, NTB masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan bahkan memperkuat status swasembada, khususnya pada komoditas jagung.

- Iklan -

“Kita optimis bisa mempertahankan swasembada pangan. Dukungan dari berbagai sektor cukup kuat, mulai dari ketersediaan pupuk hingga pendampingan di lapangan,” ujar Lalu Mirza, Jumat, 10 April 2026.

Mirza menjelaskan, sejumlah faktor kunci menjadi penopang optimisme tersebut. Di antaranya adalah ketersediaan pupuk subsidi yang telah disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), bantuan benih unggul bersertifikat, serta penguatan pendampingan petani.

Selain itu, peran petugas di lapangan seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pengawas benih, hingga petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) akan terus diperkuat. Mereka bertugas mendeteksi dini serangan hama, penyakit, hingga potensi dampak bencana alam terhadap tanaman.

“Pendampingan budidaya melalui penerapan good agriculture practices menjadi kunci agar produktivitas petani tetap optimal,” jelasnya.

Menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, Dinas Pertanian NTB akan mendorong penerapan teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim.

Teknologi ini menurutnya diarahkan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan penyakit, serta keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

Implementasinya di lapangan antara lain melalui penggunaan air secara hemat dengan sistem “macak-macak”, pemupukan berimbang berbasis uji tanah, serta penggunaan benih unggul. Selain itu, sistem tanam jajar legowo juga akan terus didorong untuk meningkatkan hasil panen.

“Ke depan, penggunaan alat ukur unsur hara tanah akan kita optimalkan, sehingga pemupukan lebih tepat sasaran dan tidak merusak lahan,” tambahnya.

Selain produksi, Mirza juga menyinggung pentingnya stabilisasi harga komoditas, khususnya jagung. Pembangunan industri pengolahan seperti pabrik pakan di Pulau Sumbawa diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga di tingkat petani.

Dinas Pertanian NTB, kata Lalu Mirza, akan berperan dalam menjamin ketersediaan bahan baku, sementara hilirisasi didorong melalui sinergi dengan sektor lain, termasuk peternakan.

Pasca dilantik, Lalu Mirza mengaku tengah fokus melakukan konsolidasi internal, termasuk evaluasi program dan penguatan sumber daya manusia berbasis sistem merit.

Namun di tengah keterbatasan anggaran, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan daerah dan pusat menjadi kunci agar program pertanian tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran,” tandasnya. (bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut