Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB memastikan ketersediaan pupuk bagi petani masih aman meskipun situasi global tengah diliputi perang Timur Tengah. Stok pupuk bahkan dipastikan cukup hingga setelah Idul Fitri 1447H/2026 ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani di Mataram, Senin, 9 Maret 2026 mengatakan hasil koordinasi dengan pihak produsen pupuk menunjukkan pasokan masih stabil hingga tingkat pengecer.
“Alhamdulillah kondisi stok pupuk sampai di tingkat pengecer masih aman. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak produsen, ketersediaan pupuk dipastikan cukup hingga setelah Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi global saat ini belum memberikan dampak terhadap ketersediaan bahan baku pupuk di tingkat produsen. Dengan demikian, distribusi pupuk kepada petani di daerah masih berjalan normal.
“Untuk bahan baku di lini satu atau produsen juga belum terdampak oleh kondisi global saat ini,” jelasnya.
Selain ketersediaan yang masih aman, harga pupuk bersubsidi di NTB juga tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Adapun HET pupuk bersubsidi saat ini yakni pupuk urea sebesar Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp1.840 per kilogram, NPK formula khusus Rp2.640 per kilogram, pupuk organik Rp640 per kilogram, dan pupuk ZA Rp1.360 per kilogram.
Eva menegaskan stabilnya pasokan pupuk menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan musim tanam di NTB, terutama pada periode saat ini ketika kebutuhan pupuk petani cukup tinggi.
Dengan kondisi stok dan harga yang stabil, ia optimistis program tanam dan target produksi pangan di NTB pada tahun ini dapat berjalan sesuai rencana.
“Insya Allah dengan ketersediaan pupuk yang aman, target tanam dan produksi pangan kita tetap bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sebagaimana dipaparkan, Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB juga telah menetapkan target produksi untuk 2026. Target tersebut antara lain padi 1.465.128 ton, jagung 1.659.781 ton, dan kedelai 8.842 ton.
Di sektor hortikultura, target produksi 2026 di antaranya cabai 112.542 ton, bawang merah 163.131 ton, serta pisang 89.503 ton.
Sedangkan untuk perkebunan, target produksi antara lain kopi 6.494 ton, kakao 2.632 ton, kelapa 50.058 ton, dan tembakau 48.861 ton. (bul)






