Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaBendungan Kerekah Masuk Rencana Pembangunan di NTB

Bendungan Kerekah Masuk Rencana Pembangunan di NTB

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Bendungan Kerekeh. Mega proyek tersebut masuk dalam catatan salah satu bendungan yang akan dibangun di NTB.

“Kita bersyukur Bendungan Kerekeh masuk short list untuk pembangunannya di Indonesia, karena hasil penilaian paling possible untuk dilakukan percepatan pembangunan,” kata Kepala Dinas PUPR melalui Kabid Air Minum dan Sanitasi Abdul Azis, kepada Suara NTB, Rabu (8/4/2026).

- Iklan -

Ace sapaan akrabnya melanjutkan, lampu hijau tersebut tentu menjadi tantangan pemerintah untuk mulai menyiapkan dokumen. Apalagi saat ini, pihaknya masih menunggu hasil reviu rencana pengadaan lahan dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement action plan atau Larap) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) NT 1.

“Jadi, yang direviu pertama adalah desainnya, kedua Larapnya merupakan dokumen terkait lahan dan masyarakat mana yang akan terdampak pembangunan itu harus dipastikan,” ujarnya.

Reviu itu perlu dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan. Apalagi pergerakan lahan di sekitar rencana lokasi pembangunan terus terjadi dan yang paling menentukan nanti adalah sertifikasi desain yang akan dikeluarkan oleh BBWS Nusa Tenggara 1.

“Sebelum sertifikasi terbit, pasti akan di tes dan di uji coba di laboratorium hidrolika untuk mengetahui daripada model pengaliran dan berapa umur bendungan,” sebutnya.

Pemantapan desain, kata dia, perlu dillakukan agar manfaat dari bendungan ini bisa makimal untuk memenuhi kebutuhan air irigasi masyarakat. Bahkan rencana yang dialiri bendungan ini mencapai 4.500 hektar dengan intensitas tanamnya mencapai 250 persen.

“Bendungan ini dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku yang direncanakan sekitar 163 liter per detik, ” Jelasnya.

Berdasarkan hasil analisis lanjutnya, rencana pembangunan bendungan ini membutuhkan lahan sekitar 300,49 hektare. Rinciannya lahan pertanian sekitar 74 hektare, tegalan 125 hektare dan kawasan hutan sekitar 141 hektare.

“Total luasan lahan terdampak pembangunan sudah kita data, kami juga masih menunggu reviu desain bendungan untuk proses lebih lanjut, ” tukasnya. (ils)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut