Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, mencatat selama tahun 2025 realisasi investasi berada di angka 41,05 persen atau Rp821 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp2 triliun.
“Realisasi investasi kita hingga akhir tahun 2025 sebesar Rp821 miliar dari target yang diberikan provinsi. Sehingga kami pesimis target tersebut tercapai di triwulan IV,” kata Sekretaris Dinas PMPTSP, H. Yudi Patria Negara, kepada Suara NTB, Kamis (8/1/2026).
Realisasi itupun lanjut Haji Yudi, merupakan realisasi triwulan III tahun 2025 hingga bulan Desember. Sementara untuk triwulan IV baru akan dilaporkan pada tanggal 15 Januari 2026 mendatang dengan tetap mengacu pada Laporan Kegiatan Usaha Penanaman Modal (LKPM).
“Memang masih ada beberapa perusahaan yang belum memasukkan laporan LKPM. Data awal kita untuk triwulan IV sudah ada sekitar Rp54 miliar yang sudah masuk masih cukup jauh untuk mencapai target,” ujarnya.
Dia menyebutkan, pertumbuhan investasi di Sumbawa masih didominasi Penamaan Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp575 miliar. Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hingga triwulan ketiga sebesar Rp245 miliar.
“Rata-rata yang paling mendominasi untuk penyumbang realisasi investasi yakni sektor pertambangan, sementara untuk sektor lainnya masih sangat kecil,” jelasnya.
Sementara untuk sektor pengurusan izin masih tetap berjalan normal yang didominasi perusahaan dengan modal usaha kecil hingga menengah. Pihaknya juga akan tetap turun lapangan untuk memastikan kondisi terkini dan membuka klinik LKPM untuk memberikan sosialiasi bagi seluruh perusahaaan.
“Kami akan tetap berupaya maksimal supaya target yang ditetapkan pemerintah tercapai dan meningkat termasuk mendorong perusahaan untuk segera melaporkan LKPM,” pungkasnya. (ils)






