Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram,meminta siswa dan guru mengurangi penggunaan kendaraan boros energi ke sekolah. Selain itu, orang tua juga diharapkan mendukung program hemat energy sebagai wujud implementasi gerakan efisiensi energi di lingkungan pendidikan.
Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf menyarankan agar orang tua mengantar-jemput anak ke sekolah serta mendukung program hemat energi sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
“Ya, orang tua harusnya yang mengantar anaknya (ke sekolah),” ujarnya, Senin (6/4).
Selain sebagai upaya untuk menekan konsumsi energi, antar-jemput siswa oleh wali murid juga diharapkan dapat meminimalisasi dampak kemacetan lalu lintas.
“Demi keselamatan juga dan untuk menghindari kemacetan juga,” kata Yusuf.
Opsi lain kata Yusuf, menyarankan agar warga sekolah dapat menggunakan sepeda gayuh untuk menempuh perjalanan ke sekolah atau untuk pulang ke rumah. Terutama, bagi mereka yang akses ke sekolah lebih dekat.
“Kita diharapkan pakai sepeda. Pak Wali pakai sepeda tadi ke kantor,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka dalam Upaya Optimalisasi Capaian Belajar dan Penguatan Karakter di Sekolah menekankan agar Dinas terkait dan sekolah dapat mendukung gerakan hemat energi.
Dalam isi surat, pada poin 7, Mendikdasmen mendorong agar penggunaan moda transportasi ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, transportasi publik mulai dibiasakan sebagai transportasi ke sekolah.
Selain itu, penghematan energi juga dapat dilakukan dengan memastikan penggunaan perangkat listrik di sekolah lebih efisien. Kemudian, memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga sekolah tentang gerakan hemat energi. (sib)






