Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaGencarkan Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Lombok Timur

Gencarkan Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Lombok Timur


Mataram (ekbisntb.com) – Distribusi elpiji 3 kilogram dipastikan dalam kondisi aman, meski sempat terjadi antrean panjang di sejumlah pangkalan, khususnya di Lombok Timur. Untuk mengurai lonjakan permintaan, operasi pasar dan penambahan pasokan (extra dropping) terus digencarkan.


Plt. Ketua Hiswana Migas NTB, Reza Nurdin, mengatakan pasokan LPG ke NTB berjalan sesuai jadwal, ditandai dengan bersandarnya kapal tangki LPG dalam beberapa hari terakhir.

- Iklan -


“Distribusi secara umum lancar. Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara aman, tidak ada gejolak. Hanya di Lombok Timur ada peningkatan permintaan, kemungkinan karena panic buying,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.


Ia menjelaskan, antrean panjang yang terjadi di pangkalan bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan karena tidak tersedianya stok di tingkat pengecer. Akibatnya, masyarakat langsung membeli ke pangkalan saat jadwal distribusi tiba.


“Antrian itu terjadi saat barang datang. Karena di pengecer kosong, masyarakat langsung ke pangkalan. Jadi bukan antre setiap saat,” jelasnya.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait menggelar operasi pasar di sejumlah titik di Lombok Timur, seperti Desa Pengadangan, Lenek, Aikmel Utara, Karang Baru, hingga wilayah Sakra, Keruak, dan Jerowaru.


Dalam operasi pasar ini, penyaluran LPG dilakukan langsung kepada konsumen agar tepat sasaran. Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, aparat kecamatan, Satpol PP, kepolisian, hingga perangkat desa.


“Penyaluran wajib langsung ke konsumen. Kami juga libatkan Disperindag, bagian ekonomi pemda, Satpol PP, Polsek, serta perangkat desa, termasuk Pertamina dan Hiswana Migas,” katanya.


Reza mengungkapkan, total tambahan pasokan LPG untuk Lombok Timur mencapai sekitar 70 persen dari alokasi harian, atau setara dengan 24.440 tabung. Langkah ini diharapkan mampu meredam lonjakan permintaan dan mengurangi antrean di masyarakat.
Ia juga menegaskan, tidak ada praktik penimbunan atau permainan distribusi di lapangan. Menurutnya, kondisi yang terjadi murni dipicu oleh kepanikan masyarakat akibat isu yang tidak benar.


“Tidak ada permainan di bawah, seperti penimbunan. Ini lebih ke panic buying. Sama seperti isu kenaikan BBM sebelumnya yang ternyata tidak benar,” tegasnya.


Menurutnya, fenomena panic buying membuat konsumsi menjadi tidak wajar. Masyarakat yang biasanya membeli satu tabung, kini membeli lebih banyak karena khawatir kehabisan.
Padahal, elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga penggunaannya seharusnya tetap terkontrol.


“Ini barang subsidi, konsumennya terbatas. Tapi sekarang banyak yang punya lebih dari satu tabung di rumah, sehingga saat panik, pembelian jadi berlebihan,” ujarnya.


Meski demikian, ia menilai operasi pasar yang dilakukan cukup efektif. Di sejumlah lokasi, distribusi berjalan tertib tanpa penumpukan pembeli karena masyarakat sudah mendapatkan jatah masing-masing.


“Di operasi pasar kemarin justru tertib, tidak ada penumpukan. Rata-rata masyarakat sudah bisa mendapatkan LPG,” pungkasnya.(bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut