HomeEKONOMI & BISNISYamaha Marine Kenalkan Teknologi Mesin Tempel F300 untuk Mendukung Geliat Industri Wisata...

Yamaha Marine Kenalkan Teknologi Mesin Tempel F300 untuk Mendukung Geliat Industri Wisata Bahari NTB

Lombok Utara (ekbisntb.com)- Yamaha Marine memperkenalkan teknologi mesin tempel baru di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, yaitu mesin tempel Yamaha F300F untuk mendukung geliat industry wisata Bahari di Lombok, dan Sumbawa Provinsi NTB.

Yamaha Marine membuka pameran sekaligus uji coba mesin selama tiga hari hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 di urat nadi jalur pariwisata Lombok, di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara.

Sales Manager PT Karya Bahari Abadi (Yamaha Marine Distributor Outboard Motor & Water Vehicle), Samuel Waluyo, mengatakan mesin tempel terbaru ini diperkenalkan untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata, transportasi laut hingga instansi yang membutuhkan mobilitas kapal dengan teknologi lebih praktis.

- Advertisement -

Menurutnya, NTB memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Tidak hanya kawasan Lombok Utara dengan rute menuju Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, potensi serupa juga terlihat di sejumlah destinasi lainnya, tanpa terkecuali di Pulau Sumbawa.

Samuel mengaku telah melihat langsung perkembangan aktivitas wisata bahari di sejumlah wilayah Sumbawa, termasuk kawasan Pulau Moyo. Wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, semakin banyak menggunakan transportasi laut untuk menjangkau pulau-pulau wisata.

Khusus kawasan Bangsal, menurut Samuel, aktivitas penyeberangan menuju tiga gili menunjukkan perputaran penumpang yang cukup tinggi. Kondisi itu menjadi peluang bagi penggunaan mesin tempel yang mampu mendukung mobilitas kapal secara lebih cepat dan efisien.

Ia menyebut kapasitas kapal penyeberangan wisatawan yang beroperasi cukup padat.

“Hari ini saja kapal-kapalnya habis, penuh semua. Jadi memang potensi pariwisata di NTB ini masih sangat besar,” katanya.

Potensi sektor pariwisata ini menurutnya tidak hanya berada di Lombok Utara. Samuel melihat sejumlah pulau di Sumbawa yang mulai berkembang sebagai destinasi wisata juga berpeluang menciptakan kebutuhan terhadap mesin tempel.

Peralihan dari mesin konvensional seperti ketinting ke mesin tempel dinilai mulai terjadi karena kebutuhan transportasi wisata yang lebih cepat.

“Kalau ketinting kan lama untuk menyeberang. Akhirnya banyak yang beralih alat transportasi dengan mesin tempel,” jelasnya.

Yamaha F300F yang diperkenalkan di Bangsal menawarkan sejumlah pembaruan teknologi. Salah satunya sistem Digital Electric Steering (DES) yang menggantikan sistem steering hidrolik. Dengan sistem tersebut, pengoperasian kemudi menjadi lebih ringan karena tidak lagi bergantung pada oli hidrolik dan power assist konvensional.

“Kalau dulu mesin-mesin yang ada di NTB masih menggunakan sistem hidrolik untuk steering. Sekarang sudah menggunakan electric steering,” katanya.

Teknologi ini, lanjut Samuel, membuat manuver kapal lebih ringan dan memberikan pengalaman pengoperasian yang berbeda bagi pengguna.

Fitur lainnya adalah autopilot dan joystick yang dirancang membantu pengemudi saat melakukan manuver, terutama ketika kapal hendak bersandar atau parkir di dermaga. Pengguna tidak harus melakukan manuver maju-mundur berulang kali. Dengan joystick, pergerakan kapal dapat dikendalikan ke arah yang diinginkan secara lebih mudah.

Teknologi autopilot juga dinilai relevan untuk kebutuhan patroli yang dilakukan instansi seperti TNI, Polri dan Basarnas. Dengan menentukan titik tujuan, pengemudi dapat lebih fokus memperhatikan kondisi sekitar tanpa harus terus-menerus berkonsentrasi pada pengaturan arah dan putaran mesin.

Masuknya teknologi baru ini dibarengi penguatan layanan purnajual di NTB. Yamaha Marine bersama PT Selecta Jaya Marine sebagai dealer resmi Yamaha Marine 3S di NTB. Samuel mengatakan keberadaan dealer dengan layanan sales, service dan spare part (3S) menjadi penting karena kebutuhan pengguna mesin tempel tidak berhenti pada pembelian unit.

“Jadi, tidak sekedar jual mesin. Harus menyediakan layanan servisnya, dan ketersediaan spare part ,” katanya.

Menurut dia, Selecta telah memiliki fasilitas tersebut dan menjadi perpanjangan tangan Yamaha Marine untuk melayani pengguna di NTB.

Perluasan fasilitas bengkel Selecta di kawasan yang lebih dekat dengan Bangsal dan Teluk Nare juga diharapkan membuat layanan purnajual lebih mudah dijangkau pelaku usaha wisata bahari.

“Untuk mesin pintar ini mungkin kita baru mulai, tapi kami melihat ke depannya ada potensi. Kesempatannya ada karena mesin ini menjawab kebutuhan pengguna di NTB,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Rizky, Direktur CV Selecta Jaya Marine (Dealer Resmi Yamaha Marine 3S NTB mengatakan, sektor pariwisata menjadi pasar terbesar penjualan mesin tempel Yamaha Marine di NTB, terutama untuk kebutuhan transportasi wisata dan diving resort.

Populasi mesin tempel Yamaha yang telah terjual di NTB dalam sekitar lima tahun terakhir kini mencapai hampir 2.000 unit.

“Potensinya memang sekarang didominasi pariwisata. Paling banyak untuk transportasi wisata, kemudian diving resort,” kata Rizki.

Di Lombok Utara, pasar utama Yamaha Marine berasal dari kapal penyeberangan menuju tiga gili, disusul resort diving. Selain itu, permintaan juga datang dari sejumlah instansi dan sebagian nelayan.

Karena itu, selama pameran tiga hari di Bangsal, Yamaha Marine juga menawarkan program khusus berupa harga spesial dan cashback bagi pembelian mesin tertentu. Untuk memberikan kemudahan kepada industry dan konsumen di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Lombok Utara.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut