Mataram (ekbisntb.com) – Provinsi NTB mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Real Estat Indonesia (REI) ke-55 yang akan digelar pada Mei 2027. Dari kegiatan tersebut, efek ekonomi yang akan dirasakan daerah cukup besar. Sehingga NTB juga sangat antusias menyelenggarakan gawe nasional ini tahun depan.
Agenda Rakernas REI ini disebut akan menghadirkan sekitar seribuan pengembang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua REI NTB, Hery Athmaja, Senin, 31 Agustus 2026 menyampaikan, kepastian NTB menjadi tuan rumah ditetapkan pada Rakor Regional DPP REI dan DPD REI di Makasar, yang baru saja usai terselenggara.
Menurutnya, penunjukan sebagai tuan rumah ini menjadi peluang besar bagi NTB untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong investasi sektor properti dan pariwisata.
“Sudah positif NTB menjadi tuan rumah. Dan kami sudah lapor ke Pak Gubernur, Miq Iqbal. Kami tentu mengapresiasi Pak Gubernur yang sudah menyatakan akan mendukung dan juga cukup antusias,” kata Hery.
Ditambahkan, kehadiran pengembang dari seluruh Indonesia akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi NTB. Para pengusaha yang datang tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga berpotensi melihat langsung peluang investasi di daerah.
“Yang pasti pengusaha akan banyak datang ke sini. Ini sangat positif untuk developer di NTB karena mereka bisa melihat dan mempromosikan kawasan komersial. Kita ini daerah wisata, sehingga peluang mereka untuk berinvestasi di sini cukup besar,” ujarnya.
Hery menilai, kehadiran ribuan pengusaha dari berbagai daerah juga menjadi sarana promosi NTB yang sangat efektif. Apalagi, di era media sosial, pengalaman para peserta selama berada di NTB berpotensi menyebar luas melalui berbagai platform digital.
“Pengembang yang datang ini sendiri nanti yang akan memviralkan daerah kita. Itu salah satu dampak positif yang akan dirasakan oleh daerah,” katanya.
Hery mengatakan, para peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan di ruang pertemuan, tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata dan melihat langsung peluang investasi yang tersedia di NTB. Dampak ekonomi juga diperkirakan dirasakan pelaku usaha lokal, terutama hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh hingga UMKM.
“UMKM juga luar biasa dampaknya. Hotel-hotel pasti terlibat, kemudian oleh-oleh dan pelaku usaha lainnya,” ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal, REI NTB mulai menyiapkan kepanitiaan sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Persiapannya tentu mulai dari kepanitiaan. Kemudian kami akan berkoordinasi kembali dengan Pak Gubernur, bupati, wali kota dan pemerintah daerah lainnya karena kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak,” katanya.
Menurut Hery, dukungan pemerintah daerah penting karena agenda tersebut tidak hanya menjadi kegiatan organisasi REI, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi NTB kepada para pelaku usaha dari seluruh Indonesia.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata. Karena kami ingin peserta tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga melihat kawasan-kawasan wisata kita, termasuk sirkuit dan destinasi lainnya,” ujarnya.
REI NTB tentunya sangat berharap momentum besar ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, sekaligus membuka pintu investasi baru di sektor properti, pariwisata dan UMKM dan efek ekonomi lainnya. Sehingga, REI NTB juga akan berupaya maksimal untuk mempersiapan suksesnya acara dimaksud nantinya.(bul)
NTB Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pengembang se-Indonesia






