Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 600

Pertamina dan Vale Sediakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan HVO

0
PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Vale Indonesia Tbk menjalin kemitraan dalam penyediaan bahan bakar ramah lingkungan hydrotreated vegetable oil (HVO)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Vale Indonesia Tbk menjalin kemitraan dalam penyediaan bahan bakar ramah lingkungan hydrotreated vegetable oil (HVO), yakni Pertamina Renewable Diesel.

Kemitraan itu bertujuan mendukung upaya dekarbonisasi yang sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060.

“Kerja sama ini menandai komitmen bersama dalam mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan energi bersih, dengan HVO, bahan bakar ramah lingkungan yang memiliki potensi mereduksi emisi karbon hingga 85 persen dan emisi gas rumah kaca sampai 90 persen,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan melalui layanan Pertamina One Solution, Pertamina Patra Niaga menyediakan solusi energi terintegrasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam mitra bisnis, termasuk Vale Indonesia.

Solusi itu mencakup penyediaan bahan bakar yang lebih bersih serta dukungan logistik dan infrastruktur yang efisien, sehingga dapat memastikan operasional bisnis berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Di samping itu, sebagai bagian dari kemitraan, keduanya juga akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya penguatan implementasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Hal itu bertujuan untuk membantu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas sekitar serta memastikan penerapan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menggandeng Pertamina Foundation.

President Director Vale Indonesia Febriany Eddy menuturkan kerja sama strategis ini sejalan dengan roadmap dekarbonisasi perusahaannya.

“Kerja sama ini sangat penting bagi PT Vale Indonesia Tbk dalam mencapai dan meningkatkan standar keberlanjutan serta mengurangi emisi karbon di seluruh kegiatan operasi kami. Produk dan layanan dari Pertamina Patra Niaga, seperti HVO, akan sangat membantu dalam perjalanan dekarbonisasi kami,” ujar dia. (ant)

Pemerintah: Kelas Menengah Bakal Jadi Penopang Perekonomian Global

0
Ilustrasi masyarakat kelas menengah(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro & Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menilai masyarakat kelas menengah, terutama yang di Asia saat ini perlu untuk menjadi perhatian bersama karena dapat berpotensi menjadi penopang perekonomian global.

“Kelas menengah ini jadi engine pertumbuhan ekonomi. Yang menariknya lagi kelas menengah terutama yang di Asia akan jadi backbone pertumbuhan ekonomi global,” kata Ferry dalam Forum Merdeka Barat 9 yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Senin.

Ferry mengatakan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan penurunan daya beli di antara masyarakat kelas menengah, perlu adanya penetapan profil kebutuhan lebih dulu.

Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan profil masing-masing masyarakat kelas menengah dan menengah ke bawah sesuai dengan pekerjaan hingga kebutuhan primer-sekundernya.

Untuk kelas menengah ke bawah, pemerintah berupaya membantu dengan berbagai program Perlindungan Sosial (Perlinsos), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako, hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

Kemudian, siasat lain yang ditempuh pemerintah sebagai solusi pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah, yakni lewat bantuan subsidi di sektor properti.

Ferry menjelaskan, pemerintah telah menambah insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan kuota subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Insentif PPN DTP properti telah resmi ditambah dari yang sebelumnya 50 persen untuk semester II 2024, menjadi 100 persen sampai bulan Desember 2024.

Kemudian, target kuota FLPP juga ditambah dari 166 ribu unit, menjadi 200 ribu unit mulai 1 September 2024.

“Kalau melihat kelas menengah kalau berdasarkan data BPS, karakteristik (kebutuhan) investasi, tadi tentu pendidikan, perumahan kemudian transportasi tentu di samping makanan. Makanan tetap menjadi komponen terbesar, tapi mungkin kelas menengah share-nya tidak sebesar kelas menengah bawah,” jelasnya.

Selain itu, untuk masyarakat yang bekerja di bidang wirausaha, pemerintah memperluas akses pembiayaan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Adapun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp90,45 triliun per 30 April 2024.

“Tahun ini kita sudah alokasikan, paling tidak ada sekitar Rp280 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat yang memang kita berikan untuk teman-teman kita yang mau dan bisa berusaha. Kita harapkan akhir tahun bisa kita capai,” tutur Ferry.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki kebijakan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang ditujukan sebagai bantalan bagi masyarakat kelas menengah yang kehilangan pekerjaannya.

“Kita punya yang namanya Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Bentuknya kompensasi finansial dan dukungan pelatihan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaannya,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penambahan fasilitas insentif PPN serta subsidi rumah memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan kelas menengah nantinya.

“Karena PPN DTP ini kan sangat dirasakan untuk kelas menengah dan ini dorongan ekonominya cukup bagus, jadi kita memang menambah jumlah unit rumah untuk FLPP, dan memperpanjang untuk PPN DTP properti,” jelasnya. (ant)

Kemenkop UKM: Ada Praktik Predatory Pricing e-Commerce asal China

0
Salah satu gerai UMKM(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Ahli Utama Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman mengingatkan, saat ini masih ada ancaman praktik predatory pricing dari niaga-el (e-commerce) asal China.

Praktik ilegal ini ditakutkan bakal mengancam ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

“Saat ini ada ancaman bahwa produsen dari China itu, e-commerce baru, yang dia mengkolaborasikan 250 industri di China untuk bisa memasarkan produknya ke konsumen tanpa lewat intermediary (perantara). Itu akan ‘membunuh’ semua, baik penjual kita maupun produsen kita,” kata Hanung dalam Forum Merdeka Barat 9 yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Senin.

Diketahui, predatory pricing merupakan praktik penetapan harga yang sangat rendah atau di bawah biaya produksi oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk melemahkan pesaing di pasar.

Setelah pesaing keluar dari pasar atau menjadi tidak kompetitif, perusahaan tersebut biasanya menaikkan harga kembali ke tingkat yang lebih tinggi, untuk memulihkan kerugian yang terjadi selama periode predatory pricing.

Strategi ini dinilai anti-kompetitif dan ilegal di banyak negara, termasuk Indonesia, karena dapat merusak persaingan yang sehat dan mempengaruhi konsumen dalam jangka panjang.

Hanung mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan penataan e-commerce melalui berbagai regulasi.

Ia menyebutkan salah satunya lewat Peraturan Menteri Perdagangan No 31/2023 yang merupakan dari revisi Peraturan Menteri Perdagangan No 50/2020.

“Di mana beberapa tahun ini, Pak Menkop (Teten Masduki) itu sering mendorong kebijakan-kebijakan untuk mendorong agar ada pengaturan lebih ketata khususnya e-commerce yang melakukan praktik-praktik perdagangan yang tidak sehat,” jelasnya.

Adapun Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengingatkan bahwa dengan hadirnya aplikasi asing seperti Temu dapat mengancam keberadaan UMKM lokal karena Indonesia hanya akan semakin menjadi pasar bagi barang-barang impor.

“Indonesia hanya dijadikan pasar, akan banyak pelaku usaha yang terancam gulung tikar dan menciptakan PHK massal terutama di sektor industri pengolahan,” ujar Bhima, Sabtu (15/6).

Kementerian Koperasi dan UKM melalui staf khususnya Fiki Satari juga tegas menolak masuknya Temu ke Indonesia.

Menurutnya, aplikasi tersebut harus sesuai dengan regulasi yang ada.

“Harus ditolak. Jadi sebenarnya secara regulasi ini sulit untuk beroperasi. Ada PP nomor 29/2002 tentang Larangan Penggabungan KBLI 47, bisa juga yang kita revisi Permendag nomor 31/2023, Pengawasan Pelaku Usaha Sistem Elektronik, ada cross border langsung jadi tidak boleh,” ucap Fiki.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, nilai ekonomi digital UMKM dapat mencapai Rp4.531 triliun pada 2030, mengingat potensi peningkatan akses pasar yang lebih luas dalam ekosistem digital.

Untuk diketahui, Temu adalah platform global cross-border yang berasal dari China. Aplikasi tersebut menggunakan metode penjualan Factory to Consumer (penjualan langsung dari pabrik ke konsumen). (ant)

Kemendag: Ekspor Pasir Laut Bisa Dilakukan Asal Sesuai Ketentuan

0
Kapal tagbote menarik muatan pasir(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut hanya dapat dilakukan selama kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

“Ekspor hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut dapat ditetapkan sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut serta tindak lanjut dari usulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan merevisi dua Peraturan Menteri Perdagangan di bidang ekspor.

Revisi tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

“Revisi dua Permendag ini merupakan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 serta merupakan usulan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai instansi pembina atas pengelolaan hasil sedimentasi di laut,” kata Isy.

Isy meyakini, tujuan pengaturan ekspor pasir laut ini sejalan dengan PP Nomor 26 Tahun 2023. Menurutnya, pengaturan dilakukan untuk menanggulangi sedimentasi yang dapat menurunkan daya dukung serta daya tampung ekosistem pesisir dan laut, juga kesehatan laut.

Selain itu, pengaturan ekspor pasir laut dapat mengoptimalkan hasil sedimentasi di laut untuk kepentingan pembangunan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

Jenis pasir laut yang boleh diekspor diatur dalam Permendag Nomor 21 Tahun 2024 yang merujuk pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 Tahun 2024 tentang Spesifikasi Pasir Hasil Sedimentasi di Laut untuk Ekspor.

Untuk dapat mengekspor pasir laut dimaksud, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi berdasarkan Permendag Nomor 21 Tahun 2024.

Ketentuan-ketentuan yang dimaksud ditetapkan sebagai Eksportir Terdaftar (ET), memiliki Persetujuan Ekspor (PE), dan terdapat Laporan Surveyor (LS).

Untuk dapat ditetapkan sebagai ET oleh Kemendag, pelaku usaha dan eksportir wajib memperoleh Izin Pemanfaatan Pasir Laut dari KKP serta Izin Usaha Pertambangan untuk Penjualan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, pelaku usaha dan eksportir wajib membuat surat pernyataan bermeterai yang menyatakan bahwa pasir hasil sedimentasi di laut yang diekspor berasal dari lokasi pengambilan sesuai titik koordinat yang telah diizinkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Setelah memenuhi persyaratan sebagai ET, pelaku usaha dan eksportir dapat melengkapi syarat untuk memperoleh PE. Syaratnya, yaitu wajib memiliki Rekomendasi Ekspor Pasir Hasil Sedimentasi di Laut dari KKP dan telah memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui mekanisme domestic market obligation (DMO).

Sedangkan, jenis pasir laut yang dilarang diekspor diatur dalam Permendag Nomor 20 Tahun 2024. Kedua Permendag diundangkan di Jakarta pada 29 Agustus 2024 dan akan berlaku setelah 30 hari kerja terhitung sejak tanggal diundangkan.

“Kami harap, pelaku usaha dapat menjalankan peraturan ini dengan sebaik-baiknya sehingga berdampak baik terhadap perekonomian Indonesia. Ketentuan ekspor ini akan mulai berlaku setelah 30 hari kerja terhitung sejak tanggal diundangkan,” kata Isy. (ant)

Tarif Hotel Mahal Jelang MotoGP, Pemprov NTB Minta Pengelola Jangan “Aji Mumpung”

0
Asisten II Setda Provinsi NTB, Fathul Gani (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si meminta kepada seluruh pihak perhotelan untuk tidak memanfaatkan momen MotoGP ini sebagai ajang untuk memperoleh keuntungan.

Menurutnya, sebagai daerah penyelenggara, harusnya seluruh pihak, termasuk perhotelan agar bisa bekerja sama untuk menciptakan kesan baik wisatawan terhadap daerah, salah satunya adalah dengan menyiapkan akomodasi yang sesuai, baik fasilitas maupun harga.

“Kita jangan sampai mengambil keuntungan dalam situasi yang seperti ini. Ini bukan hanya event satu kali, ini event tahunan, kesannya jangan sampai kita aji mumpung,” ujarnya, Senin, 9 September 2024.

Gani memaklumi bahwa memang saat ini permintaan terhadap perhotelan sangat tinggi, khususnya di kawasan Mandalika. Meski demikian, harusnya pihak hotel tidak boleh menaikkan harga kamar hotel lebih dari ketentuan Pergub.

Karena permintaan hotel di kawasan Mandalika kian tinggi, menurut Gani harusnya pihak perhotelan dapat melimpahkan para penonton MotoGP ini untuk menginap di zona 1, 2, dan 3, yaitu Kota Mataram, Lobar, KLU, dan Lotim.

“Kita berharap ketika ring area penuh maka limpahannya akan ke ring dua, ring dua penuh, pindah ring tiga, itu yang harganya jangan sampai melonjak,” lanjutnya.

Sebelumnya, MotoGP Mandalika banjir kritik akibat mahalnya akomodasi hotel di kawasan ini. Kritik bermunculan dari penonton domestik yang ingin datang ke Mandalika untuk menyaksikan langsung perhelatan motor ini.

Salah satu kritik berasal dari pembawa acara MotoGP trans 7, Lucy Wiryono, dalam cuitannya, ia menyayangkan sikap pihak hotel yang tidak menyetujui pesanannya, dan tiba-tiba menaikkan harga hotel.

Cuitan Lucy ini mengundang reaksi setuju dari netizen, dan sama-sama memilih untuk lebih baik nonton MotoGP di Sepang, Malaysia, ketimbang di Mandalika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Malady S.Sos., M.T., meminta bagi para penonton, baik domestik maupun mancanegara, agar jangan membeli hotel di kawasan Mandalika. Hal ini karena hotel di kawasan tersebut sudah di booking seluruhnya oleh para riders atau pembalap MotoGP.

Pembalap ini diketahui tidak hanya membawa dirinya sendiri, melainkan mereka membawa keluarga dan sebagainya, sehingga menurut Jamal, dua orang pembalap saja bisa memenuhi satu hotel.

“Kalau mesan kamar di Mandalika memang sudah habis karena kesediaan kamar hotel di Mandalika engga banyak, itu habis dikontrak oleh Dorna, belum lagi pembalap. Satu pembalap menurut ketua Asosiasi Hotel Mandalika, itu satu hotel bisa dua pembapal, full langsung kamarnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa pembalap MotoGP ini full stay di Mandalika selama delapan hari, Jamal menuturkan bahwa satu pembalap membawa 50 sampai 60 tim, sehingga kamar hotel di kawasan ini telah habis terjual. Oleh karenanya, ia meminta kepada penonton MotoGP untuk tidak memesan hotel di Mandalika, tetapi di zona lain yang dekat dengan kawasan ini.

“Makanya yang rebut di media sosial, jangan menginap di Mandalika, biarkan saja pembalap, kru, keluarga pembalap di Mandalika, tapi di Mataram, masih banyak yang kosong,” pungkasnya. (era)

Cegah Deflasi, Pemprov NTB Berupaya Menjual Keluar Komoditas Daerah

0
Cabai rawit dan tomat yang ada di pasar Mandalika. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejak Mei 2024 lalu, Inflasi NTB lebih rendah dari rata-rata nasional. Rendahnya inflasi ini menandakan harga komoditas di NTB masih dalam kategori aman atau tidak ada kenaikan harga barang yang dapat mempengaruhi laju Inflasi.

Kondisi ini menandakan stok komoditas NTB melimpah dan daya beli masyarakat rendah. Sehingga, ini akan mempengaruhi para pedagang yang kemungkinan merugi apabila kondisi ini dibiarkan secara terus menerus.

Menyikapi hal ini, Asisten II Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan, salah satunya adalah meminta Kadis Perdagangan agar bisa menjual keluar komoditas petani NTB. Sehingga, petani tidak perlu khawatir barangnya akan busuk dan rusak.

“Dinas Perdagangan kita arahkan buyer-buyer luar agar bisa menampung, membeli, dan sebagainya,” ujarnya, Senin, 9 September 2024.

Meski demikian, barang yang akan dikeluarkan tidak boleh mempengaruhi kebutuhan masyarakat lokal yang bisa berdampak pada kekurangan barang dan kenaikan harga.

“Jangan sampai kita keasikan menjual keluar, stok kita terbatas, nanti ibu-ibu teriak lagi,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi NTB saat ini masih aman, artinya belum ada yang perlu dikhawatirkan. Dari kondisi ini, masyarakat dikatakan sudah bisa secara mandiri menanam komoditas rumah tangga misalnya cabai, tomat, dan lainnya.

“Ini sebagai salah satu dampak gencarnya kemandirian, ibu-ibu menanam cabai di rumah masing-masing, di pekarangan, dan sebagainya. Petani juga seperti itu,” tambahnya.

Gani percaya bahwa harga bahan pokok ini akan mengalami peningkatan seiring dengan dekatnya perayaan Maulid. Bahkan per hari ini, beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah sudah mulai mengalami peningkatan harga.

“Tradisi kita terutama Lobar dan Mataram pasti mempengaruhi harga barang, paling tidak konsumsi kebutuhan rumah tangga meningkat seperti telur, daging, dan lain-lain,” katanya.

Meski beberapa harga komoditas meranjak naik, ia berharap kondisi ini tidak berpengaruh pada peningkatan inflasi daerah, apalagi setelah maulid ini, tidak ada lagi perayaan keagamaan yang berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat. (era)

Pengiriman Pekerja NTB ke Jepang Naik Signifikan

0
I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah pengiriman tenaga kerja magang ke Jepang mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2023 lalu. Biasanya, yang lulus seleksi hanya belasan orang. Naik menjadi hampir 100 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengatakan, pada tahun 2023 lalu, sebanyak 87 pendaftar berhasil lulus menjadi peserta magang ke Jepang. Dan seluruhnya sudah diberangkatkan.

Kenaikan jumlah peserta magang Jepang ini dipengaruhi oleh, perekrutan peserta melalui jalur pengiriman kerjasama pemerintah dengan pemerintah dilakukan dua kali setahun. Sebelum-sebelumnya hanya dilakukan sekali dalam setahun.

“September ini seleksi ke Jepang. Kalau tahun 2025 nanti kita lihat lagi anggaran pemerintah. Apa memungkinkan dilakukan dua kali seleksi dalam setahun,” katanya.

Selain itu, kata mantan Inspektur Pembantu Khusus (Irbanus) pada Inspektorat Provinsi NTB ini, ia ngotot meminta kepada perwakilan pemerintah Jepang yang melakukan seleksi agar tidak terlalu ketat melakukan penilaian kelulusan. Diketahui, selama ini rekrutmen untuk pengiriman calon pekerja magang ke Jepang sangat ketat. Tes yang dilakukan layaknya tes masuk militer.

“Saya selalu minta. Dan saya kawal langsung di lapangan saat tes. Peserta kita sebetulnya cukup siap, baik fisik, maupun kompetensi lainnya. Tapi saat tes, wawancara dan tes fisik kadang-kadang gugup. Apalagi saat menghadapi penguji yang sangat tegas, lalu tidak diluluskan. Ya ndak bisa begitu juga. Ya saya juga tegas minta, jangan terlalu saklek seleksinya. Dan nampaknya itu juga menjadi perhatian,” kata Gede Aryadi di kantornya, Senin, 9 September 2024.

Menurutnya, setiap proses akan diikuti dengan sebaik-baiknya. Namun, bilamana ada peserta yang masih bisa diperbaiki agar memenuhi syarat bekerja di Jepang, seharunya diperbaiki tanpa begitu saja memutus kesempatannya.

Tahun ini Jepang membutuhkan sekitar 500 peserta magang. Ia berharap, kebutuhan tersebut dapat maksimal diisi oleh SDM-SDM lokal. Jika sebelum-sebelumnya, peserta dari berbagai daerah mendaftar magang kerja ke Jepang dari NTB.

“Saya sudah tegaskan, saya ndak nerima sekarang orang luar daerah. Harus orang NTB. Kita dorong SDM-SDM kita yang mengisi peluang bekerja di Jepang ini,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB ini menambahkan, untuk mendukung tingkat kelulusan SDM NTB magang ke Jepang, Dinas Nakertrans Provinsi NTB melibatkan hypnotherapy untuk mengurangi grogi calon peserta sebelum mengikuti tes seleksi.

“Mentalnya diperkuat. Sebenarnya sudah bisa Bahasa Jepang, Matematikanya bagus. tapi begitu di tes karena ndak biasa di interview, sengap (gugup) jadinya. Makanya kita libatkan LPK hypnotherapy yang sudah kita buka. Ini salah satu faktor yang membantu juga kelulusan magang ke Jepang,” tambahnya.

Lebih lanjut Gede Aryadi menyampaikan, Jepang menjadi negara dengan potensi penempatan tenaga kerja cukup terbuka. Selain menjanjikan penghasilan yang tinggi. Dalam sebulan, peserta magang bisa mendapatkan bersih hampir Rp20 juta. Jika ditambah dengan kerja lembur, pendapatannya bisa mencapai diatas Rp30an juta perbulan.

Selain itu, magang kerja di Jepang juga menjanjikan keterampilan kerja dan disiplin pasca kembali ke kampung halaman. Alumni Jepang bisa membuka lapangan usaha baru dengan modal besar dan keterampilan yang didapat dari negara Sakura.

“Untuk perawat juga membutuhkan cukup banyak, 50 ribuan orang setahun. Peluang ini bisa diisi oleh SDM-SDM NTB. Tidak mesti lulusan tenaga Kesehatan, asal mempunyai keterampilan merawat orang tua, bisa itu,” demikian Gede Aryadi.(bul)

MATTA Targetkan 1 Juta Wisatawan Malaysia akan Kunjungi Lombok-Sumbawa

0
Presiden MATTA, Nigel Wong dengan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) menargetkan sebanyak 1 juta wisatawan Malaysia akan berkunjung ke Lombok dan Sumbawa pada tahun 2025 nanti.

Target ini disampaikan setelah digelarnya pertemuan antara Presiden MATTA, Nigel Wong dengan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, Sahlan M. Saleh dalam rangkaian MATTA Fair 2024 dan Sales Mission BPPD NTB pada 5-7 September 2024.

Dalam pertemuan ini, setidaknya ada tiga poin penting yang disepakati kedua belah pihak. Tiga poin tersebut diantaranya, MATTA akan hadir bersama dengan Duta Besar pada acara MotoGP Mandalika 2024 dengan membawa anggota dan berkomitmen terus promosikan event Mandalika Lombok.

MATTA akan menargetkan wisatawan ke Lombok sebanyak 1 juta wisatawan Malaysia di tahun 2025 dengan terus menyampaiakan produk Lombok Sumbawa di semua wilayah yang ada di Malaysia. Selain itu, untuk mendukung adanya maskapai yang melayani penerbangan langsung Malaysia – Lombok, MATTA akan membuat event khusus di Lombok.

Sementara itu, rombongan BPPD NTB berhasil meraup transaksi paket wisata sebesar Rp15,2 miliar pada penyelenggaraaan Sales Mission di Silka Cheras Hotel, Kuala Lumpur.

Pada kesempatan ini, BPPD NTB mempromosikan destinasi wisata unggulan di Lombok dan Sumbawa. Sebelum sesi table top dimulai, BPPD NTB memberikan presentasi mengenai destinasi wisata Lombok dan Sumbawa di hadapan para buyer dan seller.

Presentasi ini mendapat respons positif dari para peserta, yang terkesan dengan kekayaan destinasi dan budaya di NTB. Beberapa paket wisata yang menarik perhatian adalah wisata hiu paus dan surfing di Bangko-Bangko serta Lakey. Tanpa terkecuali paket wisata Rinjani, gili-gili dan KEK Mandalika.

Sahlan mengatakan, transaksi sebesar Rp15,2 miliar ini untuk penjualan paket wisata sampai dengan Maret 2025 nanti.

“Terdiri dari nilai tiket pesawat, hotel, transport, tour, restoran, dan paket-paket wisata di dalamnya Mandalika. Nanti kami dari BPPD NTB akan akan melibatkan semua asosiasi usaha terkait. Malaysia ini memang negera yang potensial untuk kita sasar. Selain menjadi destinasi pekerja migrant Indonesia, potensi wisatawannya sangat menjanjikan karena budaya kita mirip-mirip,” demikian Sahlan.(bul)

AMMAN Masuk Daftar Perusahaan Paling Terpercaya di Dunia

0
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN)(ekbisntb.com/r)

Jakarta (ekbisntb.com)-PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, baru-baru ini meraih penghargaan ‘World’s Most Trustworthy Companies 2024’ atau perusahaan paling terpercaya versi Majalah Newsweek. AMMAN berhasil menempati urutan 15 dari 53 perusahaan di berbagai negara untuk kategori ‘Materials and Chemicals’.

Perusahaan yang masuk dalam penilaian ‘World’s Most Trustworthy Company’ adalah perusahaan yang tercatat di bursa efek di 20 negara target, dengan pendapatan lebih dari USD500 juta. Newsweek bekerja sama dengan perusahaan penelitian data global Statista, telah melakukan survei terhadap 70.000 partisipan di 20 negara tersebut.

Setiap partisipan memberikan penilaian terhadap perusahaan yang mereka kenali dari tiga perspektif: Kepercayaan (calon) Investor, Kepercayaan (calon) Pelanggan, dan Kepercayaan (calon) Karyawan. Selain itu, penilaian juga meliputi social listening dengan memantau sentimen atas perusahaan di internet dan media sosial.

Vice President Corporate Communications & Investor Relations AMMAN, Kartika Octaviana, mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan publik kepada AMMAN.

“Kami selalu mengutamakan integritas dalam menjalankan bisnis operasional. Komitmen AMMAN terhadap keunggulan dan kualitas tinggi juga terus kami jaga dengan melakukan perbaikan secara terus menerus, sehingga memperkuat reputasi kami sebagai pemimpin dalam kinerja operasional di industri pertambangan. Kami melihat hal inilah yang menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik,” ujar Kartika.

Perjalanan Tanpa Henti AMMAN Menjadi Produsen Tembaga dan Emas Terkemuka Sebagai produsen tembaga dan emas yang signifikan secara global dengan cadangan berkelas dunia yang besar, AMMAN telah melakukan berbagai upaya transformasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.

Salah satu langkah berani yang dilakukan AMMAN segera setelah akuisisi adalah menutup 40 persen kapasitas penambangan selama tiga bulan pada tahun 2017 untuk menyusun ulang rencana penambangan, sehingga alat gali dan alat angkut bekerja lebih produktif dan efisien. Gebrakan ini mampu meningkatkan volume production blasting secara signifikan dengan fragmentasi yang optimal.

Untuk mencapai produktivitas tinggi, AMMAN juga mengoperasikan sebanyak 138 unit truk CAT793C di tambang Batu Hijau. Truk yang dapat mengangkut hingga 240 ton bijih mineral ini memerlukan pemeliharaan dengan biaya yang besar. Untuk mendorong efisiensi pemeliharaan, AMMAN mengambil alih fasilitas perakitan Machine Rebuild Centre (MRC) dan Component Rebuild Centre (CRC) dari pihak ketiga pada tahun 2018.

Dengan demikian, AMMAN dapat melakukan pemmbongkaran dan perakitan ulang komponen setiap truk hanya dalam waktu 23 hari di Batu Hijau. Hasilnya, AMMAN secara signifikan mengurangi biaya perakitan hingga sekitar 35% dibandingkan dengan perakitan yang sebelumnya dilakukan di Kalimantan Timur, yang memakan waktu 9-12 bulan.

Kini, AMMAN tengah menjalankan berbagai proyek ekspansi, antara lain proyek smelter tembaga dan precious metal refinery, ekspansi kapasitas processing plant, serta seluruh fasilitas pendukungnya. Mega proyek tersebut diharapkan dapat semakin mendukung posisi AMMAN untuk menjadi bisnis pertambangan yang terus bertumbuh dan unggul.(r/bul)

Terjebak di Tebing Curam Teluk Meang, Wisatawan Belanda Diselamatkan Aparat dan Warga

0
Seorang wisatawan asal Belanda berhasil dievakuasi Polsek Sekotong bersama Babinsa dan warga setempat saat sedang memancing, Sabtu, 7 September 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda bernama Sem Van Der Ven (22) terjebak di Bukit Meang, Dusun Pangsing, Desa Persiapan Pengantap, Lombok Barat (Lobar), Sabtu, 7 September 2024 siang. Untungnya, WNA tersebut diselamatkan aparat dan warga setempat. Aksi penyelamatan WNA yang dilakukan Polsek Sekotong bersama Babinsa dan warga berlangsung heroik.

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menerangkan kronologi peristiwa tersebut, bermula ketika Sem Van Der Ven (22), seorang turis yang menginap di Hotel Kuta Beach, memutuskan untuk memancing di pesisir Pantai Meang. Ia berangkat pagi-pagi sekali, sekitar pukul 07.00 Wita, dengan semangat menjelajahi keindahan alam Lombok.

Namun, nasib berkata lain. Dalam pencariannya akan spot memancing yang ideal, Sem tanpa sadar telah melewati tebing yang curam. “Saat itu, air laut sedang surut, sehingga yang bersangkutan tidak menyadari bahwa ketika matahari mulai meninggi, air laut pun pasang. Sehingga tidak bisa kembali melewati jalur yang semula ia lalui,” ungkap Kapolsek Sekotong.

Dalam kepanikannya, Sem mencoba mencari jalan alternatif dengan mendaki tebing. Namun, usahanya sia-sia. Ia terjebak di tengah tebing, tidak bisa naik maupun turun. Dalam situasi yang semakin genting, Sem memutuskan untuk mengirim video dan membagikan lokasinya kepada temannya, Nikaj, yang juga berasal dari Belanda. “Rekannya menerima pesan tersebut, segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuta Lombok Tengah. Informasi ini kemudian kami terima dan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.

Setelah menerima laporan tersebut, ia segera mengerahkan anggota Polsek Sekotong, dibantu oleh Babinsa Buwun Mas dan masyarakat sekitar. “Kami bersama-sama segera ke lokasi guna melakukan evakuasi,” jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim penyelamat harus berjuang melawan medan yang sulit dan cuaca yang terik.Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, Sem berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 13.00 Wita.

Setelah berhasil dievakuasi, Sem diperiksa oleh tim medis. Beruntung, ia tidak mengalami cedera apapun. Sem kemudian diantar kembali ke hotel tempatnya menginap.

Kapolsek pun menekankan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka. Ia juga mengimbau kepada para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk selalu memperhatikan keselamatan dan tidak ragu meminta bantuan jika mengalami kesulitan.

“Kami, Polsek Sekotong, selalu siap melayani dan melindungi masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah kami. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan bantuan,” tegas Kapolsek. (her)