Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 571

Pimwil Bulog NTB : Soal Beras, Jangan Panik

0
Sri Muniati (ekbisntb.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Sri Muniati meminta kepada masyarakat agar tidak panik, menyikapi harga beras saat ini. menurutnya, stok beras yang dikuasai pemerintah cukup aman untuk memenuhi kebuhan masyarakat, hingga musim panen awal tahun 2025 nanti.

Hal ini ditegaskan Sri di ruang kerjanya, Kamis, 3 Oktober 2024, didampingi Musazdin Said, Wakil Pimwil Bulog NTB. Menurutnya, stok setara beras yang dikuasai Bulog NTB saat ini mencapai 45 ribu ton. Sangat aman, untuk menjaga kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan kedepan.

Dengan kekuatan stok beras yang dimiliki Bulog ini, menurutnya, masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga agar tidak khawatir tidak mendapatkan beras di pasaran. Kemudian membeli beras dalam jumlah besar (panic buying) yang dapat memicu para spekulan untuk menaikkan terus harga beras.

“Jangan panik, beras yang dikuasai Bulog cukup besar,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat dengan harga terjangkau, Bulog juga terus melakukan kegiatan Operasi Pasar (OP). Bekerjasama dengan dinas dan instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di NTB.

Bulog menggelontorkan sebanyak 2 ton beras SPHP (Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada setiap titik operasi pasar. Harga beras SPHP dalam kemasan 5 Kg ini Rp57 ribu. Atau harga penjualannya maksimal di pasaran Rp12.500 per Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sri menambahkan, selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras di masyarakat terjaga. Selain mendistribusikan beras SPHP ke pasar tradisional dan pusat-pusat keramaian hingga pedesaan dengan kerjasama antar pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat juga dapat mengajukan kerjasama ke Bulog untuk menggelar operasi pasar. Bulog yang menyediakan berasnya dan langsung mendistribusikan ke titik yang diusulkan.

“Silakan saja, kalau ada kelompok masyarakat untuk mengajukan kerjasama untuk operasi pasar. Kita siapkan berasnya, dijual dengan harga sesuai HPP. Dan kita terus mendorong semua mitra kita, harus tersedia beras SPHP yang harganya tidak boleh dijual dari batas yang ditentukan pemerintah. Beras SPHP ini beras dalam kemasan dengan kualitas cukup bagus. berasnya adalah beras yang diserap dari petani di NTB,” ujarnya.

Selain itu, tambah Sri, saat ini Bulog menggelontorkan beras bantuan pangan (Bapang) kepada sebanyak 643.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di NTB, atau setara dengan 6.430 ton disalurkan setiap bulan. Satu KPM mendapatkan jatah 10 Kg.

“Bapang tahap tiga di Bulan Oktober ini sudah mulai disalurkan. Sehingga masyarakat penerima manfaat tidak perlu lagi membeli beras ke pasaran. Sudah disiapkan pemerintah,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga disiapkan pilihan beras kualitas premium harga komersil. Harganya Rp14.980 per Kg yang dapat di beli melalui mitra-mitra Bulog, baik RPK maupun pedagang-pedagang beras di pasar.

“Melalui berbagai upaya yang dilakukan untuk pengendalian harga beras, kita berharap masyarakat tetap bijak. Beli beras sesuai kebutuhan. Jangan membeli borongan karena khawatir tidak ada beras, itu bisa memicu kenaikan harga. Stok beras kita sangat tersedia, jangan khawatir,” demikian Sri Muniati.(bul)

Harga Beras Dikeluhkan, Pemerintah Anggap Masih Wajar

0
Ilustrasi Beras. (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Tingginya harga beras di pasaran menjadi keluhan kalangan perempuan, terutama ibu rumah tangga. Disisi lain, pemerintah menganggap kenaikan harga ini masih dalam batas wajar.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Mataram, Ita mengeluhkan harga beras yang baru dibelinya di pasaran. Biasanya Rp12 ribu perkilo, naik menjadi Rp14 ribu perkilo.

Kenaikan harga beras ini dirasa memberatkan, karena tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan. Ibu rumah tangga yang notabenenya karyawan perusahaan swasta ini mengharapkan langkah-langkah strategis untuk menurunkan harga beras di pasaran.

Ibu rumah tangga lainnya di Kota Mataram, Novita mengemukakan, harga beras terus mengalami kenaikan. Ia membeli beras dengan harga Rp74 ribu per 5 Kg (Rp14.800 per Kg). beras kemasan ini dibelinya dari ibu-ibu tetangga komplek.

“Berasnya baru di heler. Ada yang harganya Rp80 ribu juga. Mau ndak mau, harus beli, kebutuhan soalnya,” katanya.

Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hery Agustiadi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan pasar yang dilakukan rutin oleh Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, harga beras menurutnya masih pada posisi stabil.

Harga beras tergantung kualitas. Per Kamis, 3 Oktober 2024, harga beras dimulai dari Rp13.200 per Kg, sampai Rp16.250 per Kg.

“Kalau terjadi gejolak harga beras di pasaran, maka kebijakan yang kami lakukan adalah operasi pasar. Bekerjasama dengan Bulog, dan DKP (Dinas Ketahanan Pangan),” katanya.

Disamping itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga akan melakukan kajian. Melihat harga beras di pasaran saat ini, Hery mengatakan, belum mengkhawatirkan. Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga menurutnya sudah melakukan antisipasi kenaikan harga-harga. Bekerjasama juga dengan kabupaten/kota untuk melakukan pasar murah. Baik di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga beras saat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Operasi pasar dengan mitra ini tetap dilakukan. Pada Kamis, 3 Oktober 2024, Operasi Pasar dilaksakan oleh Dinas Perindag Kabupaten Lombok Timur bekerjasama dengan Bulog di Desa Sukadana Kecamatan Terara Lombok Timur.

Dengan menyediakan 2,5 ton beras SPHP dengan harga Rp57.000/5 Kg. Pelaksaan dilakukan berkelanjutan dengan melihat antusias masyarakat yang begitu besar.(bul)

Motor Marquez Terbakar, Ketua IMI NTB Sebut karena Problem Mesin

0
Insiden motor Marc Marquez terbakar pada race MotoGP Mandalika 29 September 2024(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes., mengatakan insiden terbakarnya motor pembalap MotoGP, Marc Marquez pada Minggu, 29 September lalu merupakan murni karena adanya masalah di mesin motornya.

Sebagai direktur RSUP sekaligus Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, Ia menyatakan rutin memonitor kondisi motor dan pembalap, dan ditemukan permasalahan di Motor pembalap asal Spanyol tersebut. “Motornya cuma satu. Saya monitor terus ya memang error, mungkin ada yang error. Kesalahan dari motornya,” ujarnya.

Sebelumnya, Marquez mengaku kecewa dengan Marshal MotoGP Mandalika yang tidak sigap menangani insiden terbakarnya motor Ducati miliknya. Ia menyayangkan pihak panitia MotoGP yang tidak menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang layak untuk membantu memadamkan api yang keluar dari mesin motornya.

Menanggapi hal tersebut, Herman mengatakan setiap APAR sudah memiliki standar, begitupun dengan APAR yang disediakan di Sirkuit Mandalika. Begitupun dengan Marshal yang dikeritik, Ketua IMI NTB ini mengatakan Marshal NTB sudah sesuai standar, bahkan saking profesionalnya, Marshal ini diimport keluar negeri.

“Saya pikir APAR itu punya standar semua, APAR itu punya kapasitas masing-masing, dan lagi motor itu kecil, saya lihat apinya tidak terlalu besar,” katanya.

“Marshall kita import kok saking bagusnya. Terbukti dari event yang kita lakukan dari kesatu, kedua, dan ketiga, Marshall ndak ada masalah kok,” lanjutnya.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab Marquez gagal finish di Sirkuit Mandalika salah satunya karena Marquez kurang beruntung di sirkuit ini. Terbukti dari seringnya ia crash atau terjatuh setiap kali balapan di Mandalika. “Kalau orang balapan itu, lucky juga jelas. Jadi kalau saya lihat dari awal dia bolak balik jatuh,” ucapnya.

Pada hari terakhir MotoGP Mandalika kemarin, banyak pembalap mengalami crash, hingga tersisa hanya 12 pembalap yang finish 27 putaran. Banyaknya pembalap yang jatuh di sirkuit ini dikatakan karena kurangnya keberuntungan pembalap tersebut di sirkuit yang ada di Lombok Tengah ini.

“Memang crash cukup banyak kemarin, saya itung-itung ada 18. Terakhir yang jatuh pembalap yang mau finish, si Bastiani jatuh. Ya memang faktor luckynya. Jadi kalau saya pastikan APAR kita sudah memenuhi standar,” pungkasnya. (era)

FEB Unram Bahas Pentingnya Ekonomi Syariah Lewat ICSE 2024

0
International Conference on Sharia Economics (ICSE) 2024 dengan tema “Strengthening Economic Stability Through Sharia Economic” pada Minggu 29 September 2024 yang digelar oleh FoKEI. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Forum Kajian Ekonomi Islam (FoKEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB Unram) menggelar International Conference on Sharia Economics (ICSE) 2024 dengan tema “Strengthening Economic Stability Through Sharia Economic” pada Minggu 29 September 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, dan mahasiswa, yang berdiskusi tentang pentingnya ekonomi syariah dalam menciptakan stabilitas ekonomi di tingkat lokal dan global.

ICSE 2024 ini merupakan kali pertama acara ini diadakan. Wakil Dekan I FEB Unram, Dr. Diswandi, SE., M.Sc., memberikan keynote speech tentang peran strategis ekonomi syariah dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer.

Acara ini juga menghadirkan tiga pembicara utama yang sangat kompeten di bidangnya. Dimas Bagus Wiranatakusuma, S.E., M.Ec., Ph.D., dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, membahas tentang ketahanan perbankan syariah dan stabilitas keuangan. Dr. Zalina Zainal, dosen di Universitas Utara Malaysia, memberikan wawasan tentang pengaruh ekonomi syariah terhadap kebijakan publik dan perekonomian regional. Sementara itu, Dr. Shahid Q. Manalundong, LPT, Ph.D., dosen di Mindanao State University, Filipina, membahas tentang keuangan syariah dan inklusi keuangan: tantangan dan peluang dalam konteks Filipina.

Acara ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting, yang memungkinkan partisipasi dari berbagai wilayah dan latar belakang. Peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan mudah, termasuk sesi diskusi interaktif yang memperkaya pengalaman seminar.

Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan sesi paralel yang menjadi sesi presentasi bagi para peserta yang telah mengajukan paper mereka. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, menerima umpan balik dari para ahli, dan berdiskusi dengan peserta lainnya.

Sesi lomba yang diadakan dalam konferensi ini diikuti oleh peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga. Para peserta berkompetisi dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka terkait ekonomi syariah, dengan penilaian dari panel ahli yang telah berpengalaman di bidang ini.

Selama sesi diskusi, peserta aktif terlibat dalam dialog dan berbagi pengalaman, yang menghasilkan berbagai ide inovatif untuk pengembangan ekonomi syariah ke depan. Beberapa topik yang dibahas antara lain implementasi prinsip-prinsip syariah dalam bisnis, pengembangan produk keuangan syariah, dan kolaborasi antar institusi untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat.

Acara ini diakhiri dengan sesi dokumentasi yang mengabadikan momen penting tersebut. Tercatat, seminar ini diikuti oleh sekitar 200 peserta, yang datang dari berbagai latar belakang akademik dan profesional. ICSE 2024 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kolaborasi lebih lanjut antara akademisi dan praktisi dalam mengembangkan ekonomi syariah yang lebih unggul dan kreatif.

“Dengan suksesnya seminar ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan dunia,” pungkas Diswandi. (ron)

Pembangunan Berkelanjutan, Unram Dorong Penguatan Inovasi Ekosistem Startup dan UMKM

0
Seminar bertajuk “Penguatan Inovasi Ekosistem Startup dan UMKM untuk Pembangunan Berkelanjutan” yang digelar LPPM Unram pada Senin 30 September 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) menggelar seminar bertajuk “Penguatan Inovasi Ekosistem Startup dan UMKM untuk Pembangunan Berkelanjutan” di Unram pada Senin 30 September 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), mahasiswa, serta perwakilan UMKM binaan Inkubator Bisnis dan Inovasi (Kubinov) LPPM Unram.

Dalam kegiatan ini hadir Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. didampingi oleh Sekretaris LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, M.P., dan Dr. Didy Ika Supryadi, SE., MM. selaku Kepala Pusat Kubinov LPPM Unram.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Nurwahyu Baharudin memaparkan tentang Modal Usaha Ventura; Danu Saputra dan Idham, M.Kom. dengan topik terkait dukungan teknologi dan inovasi yang diperlukan untuk memperkuat ekosistem bisnis kecil dan menengah; serta Donald Wiraharja, B.Sc., M.Sc. memaparkan tentang peluang UMKM lokal di Indonesia.

Kemudian, Ida Bagus Made Indra menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ventura di Indonesia dan Iskandar Sukmana, M.Pd. menutup sesi dengan ajakan bagi para startup dan UMKM.

Kepala LPPM Unram, Prof. Sukartono, dalam sambutannya, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi antara startup dan UMKM dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Prof. Sukartono juga menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat menjadi jembatan bagi para pelaku industri untuk berbagi pengalaman dan membangun jaringan yang kuat.

“Sebagai Kepala LPPM Unram, saya ingin menegaskan komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas UMKM lokal melalui program Kubinov. Program ini dirancang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi antarpelaku usaha, memberikan pelatihan keterampilan, serta akses kepada sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan produk dan layanan yang kompetitif,” jelas Prof. Sukartono.

Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan komunitas, pihaknya percaya bahwa Kubinov dapat menjadi pendorong utama dalam memperkuat ekosistem UMKM. Dengan begitu mereka mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, ditandai dengan kehadiran ratusan peserta yang aktif berpartisipasi dalam diskusi panel dan sesi tanya jawab. Beberapa narasumber ternama dari OJK dan Amvesindo turut berbagi wawasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh UMKM dan startup dalam menghadapi era digital dan globalisasi.

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mengikuti lokakarya praktis, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai pengembangan inovasi yang dapat diaplikasikan dalam usaha mereka. Diskusi yang interaktif membuat para peserta saling berbagi ide dan solusi, memperkuat semangat kolaborasi yang menjadi fokus utama acara.

Di akhir sesi, Kepala Pusat Kubinov, Dr. Didy Ika Supryadi, mengungkapkan bahwa, kolaborasi ini akan mengarah pada penyusunan MoU, MoA, dan inisiatif AI di masa depan. “Selanjutnya, para tenant startup yang berada pada tahap awal dapat memperoleh akses ke permodalan berupa investasi ekuitas yang sangat dibutuhkan pada fase pengembangan awal, tentunya setelah mereka mencapai market fit,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap fenomena di mana mahasiswa hanya mengejar pendanaan terbatas untuk ide bisnis yang tidak berkelanjutan akan hilang. “Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemangku kepentingan ekonomi melalui kegiatan ini, ekosistem mahasiswa akan semakin berkembang,” tutup Didy. (ron)

Stok Elpiji 3 Kilogram Dipastikan Aman

0
Seorang agen elpiji menurunkan tabung gas melon di Jalan Sultan Salahuddin, Lingkungan Bendega, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela pada Selasa 1 Oktober 2024. Stok elpiji dipastikan masih aman. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Stok elpiji 3 kilogram di Kota Mataram, dipastikan aman. Meskipun di sejumlah wilayah di Provinsi NTB mengalami kelangkaan. Di satu sisi, kuota tabung melon dikhawatirkan ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Barang Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada Rabu 2 Oktober 2024 menegaskan, ketersediaan elpiji 3 kilogram dipastikan aman selama perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Harga tidak mengalami lonjakan, yakni Rp18.000 per tabung di tingkat pangkalan. “Stok masih tercukupi sampai sekarang,” kata Nida.

Di beberapa daerah seperti Kabupaten Bima mengalami kelangkaan. Nida mengatakan, belum ada rencana untuk menambah stok tabung gas melon tersebut. Sebab, kuota di tahun 2023 mengalami surplus sehingga tidak perlu mengajukan penambahan jatah gas elpiji 3 kilogram.

Kendati demikian, PT. Pertamina menaikkan kuota elpiji di masing-masing kabupaten/kota sebesar 20 persen. “Alhamdulillah, tidak ada pergerakan harga walaupun ada momen maulid,” ujarnya.

Justru, ia mengkhawatirkan sisa kuota tabung gas melon untuk Kota Mataram diambil alih oleh daerah lain dengan alasan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya akan turun survey di lapangan memantau ketersediaan pasokan di tingkat pangkalan, supaya tidak ada pergeseran atau pergerakan kuota di masing-masing pangkalan. “Tiga pekan lalu, kita turun tidak pergerakan atau pergeseran jatah elpiji,” ujarnya.

Selama perayaan mauled, diakui terjadi peningkatan permintaan elpiji sebagai bahan bakar tetapi sifatnya wajar dan mampu dikendalikan dari stok. Nida bersyukur warga tidak panik memenuhi kebutuhan mereka, sehingga tidak mempengaruhi gejolak harga serta ketersediaan stok. (cem).

BPS Beri Sinyal Ekonomi Daerah Tumbuh Melambat di NTB

0
Wahyudin (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahun kalender di NTB baru mencapai 0,17 persen hingga September 2024. Ini menandakan ekonomi daerah sedang tumbuh melambat.

‘’Inflasi memang tidak bisa terlalu rendah dan tidak bisa juga terlalu tinggi. Karena itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi,’’ kata Kepala BPS NTB, Wahyudin di Mataram, Rabu 2 Oktober 2024.

Bank Indonesia menetapkan target inflasi adalah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen yang artinya inflasi paling rendah minimal 1,5 persen dan inflasi paling tinggi maksimal 3,5 persen.

BPS NTB mengingatkan pemerintah daerah untuk bisa mengendalikan laju inflasi dalam waktu tiga bulan ke depan dari angka 0,17 persen menjadi minimal 1,5 persen. Bila target minimal 1,5 persen tidak tercapai hingga bulan Desember mendatang, maka fenomena itu menunjukkan gairah ekonomi daerah yang lesu sepanjang tahun 2024.

“Pemerintah daerah harus bergerak untuk mengendalikan harga barang,” kata Wahyudin. BPS mengungkapkan inflasi tahun kalender NTB 0,17 persen berada di bawah angka inflasi tahun kalender nasional yang tercatat sebesar 0,74 persen.

Sedangkan, inflasi bulan ke bulan NTB hanya tumbuh sebesar 0,09 persen dan inflasi tahun ke tahun berada pada angka 1,17 persen.

Komoditas penyumbang inflasi pada bulan lalu adalah akademi/perguruan tinggi, ikan layang/ikan benggol, ikan tongkol, beras, dan pisang. Sedangkan, komoditas yang memiliki andil terhadap deflasi adalah cabai rawit, cabai merah, bensin, terong, dan kol putih/kubis.

Pemerhati Ekonomi Pembangunan Universitas Mataram, Dr. Muhammad Firmansyah mengatakan harga rendah yang bertahan adalah deflasi dan itu tidak mesti menunjukkan angka pertumbuhan yang negatif. Menurutnya, operasi pasar seharusnya dilakukan ketika kondisi inflasi ekstrem dengan tujuan untuk stabilisasi harga, bukan malah terjadi deflasi.

“Inflasi dan deflasi itu sama-sama penyakit dalam ekonomi, sehingga ditetapkan batas plus minus satu dari hasil estimasi,” papar Firmansyah.

Deflasi menyebabkan ekonomi lesu akibat produsen tidak bergairah berproduksi, sedangkan inflasi dapat merusak daya beli konsumen.

Deflasi bisa terjadi karena produk melimpah dan bisa juga karena daya beli yang memang turun, sehingga konsumen membatasi untuk berbelanja.

Dalam kondisi itu, produsen akan terus menekan harga sampai barang laku terjual. Ketika penurunan harga sudah mulai berhimpitan dengan biaya produksi itu mulai menjadi masalah bagi produsen karena barang yang dijual rugi.

Lebih lanjut Firmansyah menyarankan pemerintah untuk memeriksa sumber penyebab deflasi di NTB. Apabila harga rendah yang terus bertahan itu karena data beli masyarakat, maka beberapa upaya perlu dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, subsidi yang bisa diberikan secara langsung dalam bentuk uang tunai ataupun subsidi harga untuk barang-barang tertentu misalnya kebutuhan pokok.

Kedua, kurangi atau turunkan harga pada komponen pengeluaran rutin konsumen seperti BBM, pajak-pajak tertentu, dan lain-lain.

“Bila deflasi karena melimpahnya produk, pastikan buka ruang untuk perluasan skala pasar dengan ekspor atau bila produk mentah dijadikan olahan melalui hilirisasi,” pungkas Firmansyah. (ant)

Harga Tembakau Untungkan Petani di Lombok Tengah

0
Tanaman tembakau milik petani di Lombok Tengah(ekbiantb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan harga tembakau pada musim tanam 2024 ini cukup menguntungkan para petani.

“Harga tembakau saat ini Rp25 ribu per kilogram. Artinya cukup bagus,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah M Kamrin di Lombok Tengah, Rabu, 2 Oktober 2024.

Ia mengatakan harga tembakau Rp25 ribu per kilogram itu untuk daun bawah, kemudian untuk harga daun atas tentu lebih tinggi, karena kualitas daun tembakau itu cukup bagus dan bisa mencapai Rp35 ribu per kilogram.

“Saat ini telah mulai panen,” katanya.

Ia mengatakan luas tanaman tembakau di Lombok Tengah 2024 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal itu dampak dari hasil produksi dan harga tembakau cukup baik.

Sedangkan untuk area tanaman tembakau di Lombok Tengah itu tersebar di Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat dan Praya.

“Luas tanam tembakau 2022 itu 9 ribu hektare, 2023 mencapai 12 ribu hektare dan 2024 mencapai 14 ribu hektare,” katanya.

Berdasarkan aturan dari pemerintah, para petani tembakau tidak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi, namun pemerintah daerah telah memberikan bantuan pupuk untuk para petani dengan luas 10 ribu hektare.

“Petani tembakau tidak mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.

Ia mengatakan produksi tembakau saat ini cukup baik, karena cuaca yang cukup mendukung, sehingga penjual tembakau tidak hanya dilakukan dalam bentuk oven, namun dijual dalam bentuk tembakau rajangan.

“Banyak petani yang menjual hasil tembakau mereka dalam bentuk rajangan, karena harga lebih bagus,” katanya. (ant)

Okupansi Hotel Saat MotoGP di Lombok Tengah Capai 99 Persen

0
Salah satu hotel yang diboking penuh saat MotoGP Mandalika.(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Tengah, mencatat okupansi hotel dan homestay atau penginapan di daerah setempat mencapai 99 persen pada saat ajang MotoGP Indonesia 2024 yang telah berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika.

“Dari total 2.000 kamar, 99 persen penginapan di Mandalika atau Lombok Tengah terisi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sungkul di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan memang pada ajang MotoGP Indonesia 2024 ini tidak semua penginapan terisi, karena tidak sesuai standar operasional (SOP) atau yang diharapkan wisatawan untuk dijadikan tempat mereka menginap.

“Cuaca panas, kamar yang disiapkan tidak ada AC, sehingga wisatawan tidak jadi menginap di sana,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap mendukung berbagai event yang digelar di Lombok Tengah, termasuk ajang MotoGP Indonesia.

Pada ajang MotoGP Indonesia 2024 ini penyelenggaraan dinilai cukup baik bila dibandingkan dengan ajang MotoGP Indonesia sebelumnya.

“Arus lalulintas lebih lancar. Artinya dari tahun ke tahun panitia terus berbenah,” katanya.

Selain itu, masyarakat saat ini juga lebih siap untuk menyambut ajang MotoGP Indonesia, tidak seperti pada awal digelar antusias cukup tinggi, sehingga saat ini warga lebih tahu mana wilayah yang dilarang dan yang diperbolehkan.

“Masyarakat mulai merasakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan telah menunjukkan diri menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Sebelumnya, jumlah penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tiga hari perhelatan pada 27-29 September 2024 mencapai 120 ribu orang.

Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan berdasarkan data loket tiket jumlah penonton yang masuk mencapai 120 ribu orang dari total 134 ribu tiket yang tercetak.

“Kalau berapa data masing-masing per hari kami belum pilah, tetapi angka keseluruhan ini berdasarkan hasil penonton yang men-scan barkot tiket di pintu-pintu masuk tiket menuju tribun penonton,” ujarnya didampingi Chairman MotoGP Mandalika Troy Warokka, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady dan Kapokja Event Internasional Kemenpar Ki Agus Irvan Faesal di Media Center Sirkuit Mandalika, Minggu.

Menurut dia, jumlah penonton ini sama dengan catatan Dorna Sport, bawa ada peningkatan jumlah penonton MotoGP di 2024 ini dibanding dengan jumlah penonton MotoGP 2023 yang mencapai 102.929 orang dan tahun 2022 sebanyak 102.801 orang.

“Ada peningkatan jumlah penonton kalau melihat dari tahun 2022 dan 2023. Jadi untuk 2024 ini lebih tinggi,” katanya. (ant)

Pemkot Bima Bagikan 2.000 Bibit Tomat dan Cabai untuk Tekan Inflasi

0
Penjabat Walikota Bima, Mukhtar membagikan bibit pohon tomat dan cabai kepada warga Kota Bima. (ekbisntb.com/ant)

Sumbawa (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Bima, membagikan 2.000 bibit pohon tomat dan cabai sebagai upaya mengendalikan inflasi dan mencegah stunting melalui program peningkatan produksi tanaman hortikultura.

Penjabat (Pj) Walikota Bima, Mukhtar mengatakan 2.000 bibit tomat dan cabai dibagikan kepada masyarakat merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi dan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

“Pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan dengan kebijakan makro, tetapi juga harus didukung oleh gerakan masyarakat. Dengan membagikan bibit ini, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk menanam kebutuhan sehari-hari seperti tomat dan cabai,” kata Mukhtar dalam keterangan tertulis diterima di Mataram, Rabu, 2 Oktober 2024.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting di Kota Bima. Mukhtar menegaskan bahwa keterjangkauan pangan bergizi sangat penting dalam memerangi stunting, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

Dengan memproduksi sayur-mayur sendiri, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan lebih baik, tambahnya.

Pemkot Bima juga menyerahkan bantuan berupa sapi Bali jantan kepada kelompok tani dan peternak di wilayah Kota Bima. Penyerahan bantuan ini ditandai secara simbolis oleh Pj Walikota Bima, Mukhtar.

Kemudian masih ada beberapa bantuan lainnya, termasuk peralatan pertanian, bibit tanaman hortikultura, dan alat-alat pendukung usaha peternakan.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ini turut melibatkan beberapa kelompok masyarakat, petani lokal, serta penyuluh pertanian yang memberikan pendampingan teknis tentang cara menanam dan merawat bibit tersebut. Program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat di masa mendatang.

Pemkot Bima akan terus memantau perkembangan program ini dan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan serta distribusi bibit lainnya guna meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di Kota Bima. (ant)