Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Pemkab Sumbawa memastikan segera berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait proyek yang dikhawatirkan melewati tahun anggaran akibat kelangkaan semen.
“Kami saat ini melalui BPJ tengah berkoordinasi dengan LKPP pusat terkait pelaksanaan proyek fisik yang dikhawatirkan melampaui tahun anggaran. Kami punya dasar dalam mengeluarkan surat pedoman pelaksanaan nantinya,” kata Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Rabu (28/10).
Menurutnya, kondisi kelangkaan semen beberapa minggu terakhir di Sumbawa cukup di risaukan. Sebab,beberapa proyek fisik yang akan dikerjakan di APBD perubahan juga membutuhkan semen sebagai material utama.
Secara simultan koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan. Pemkab Sumbawa sudah bersurat secara resmi ke PT Semen Indonesia termasuk ke Pemerintah Provinsi NTB, untuk mengantisipasi kelangkaan semen tersebut.
“Terus terang saja di semua kabupaten/kota di NTB ada kegiatan fisik yang akan dilaksanakan di APBD perubahan,sehingga banyak membutuhkan semen,” ucapnya.
Pihaknya juga tengah melakukan asistensi terhadap sejumlah program yang akan dilaksanakan di APBD perubahan. Kekhawatiran terjadinya keterlambatan pekerjaan khususnya fisik menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan ketentuan bahwa pekerjaan fisik harus selesai dikerjakan tanggal 31 Desember.
Pihaknya sudah menurunkan tim pengawas perdagangan untuk keliling ke gudang semen. Tujuannya untuk memastikan tidak ada penimbunan semen. (ils)






