Giri Menang (EKBIS NTB)-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) terus berupaya memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dengan mempelajari strategi dan inovasi daerah lain. Wakil Bupati Lombok Barat (Wabup Lobar), Hj. Nurul Adha bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Lombok Tengah (Loteng), Selasa (27/10/2026).
Kunjungan ini untuk menggali pengalaman dalam menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai V Kantor Bupati Loteng tersebut, kedua pemerintah daerah bertukar informasi mengenai strategi penanggulangan kemiskinan, optimalisasi potensi ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar ajang bertukar informasi, melainkan langkah untuk mencari pendekatan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masyarakat Lobar.
“Persaudaraan antarkabupaten tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Karena itu, kami datang untuk belajar, bertukar informasi, dan memperkuat kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wabup Loteng, H. M. Nursiah, beserta jajaran yang telah menerima rombongan Lobar. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, tingkat kemiskinan Loteng pada 2026 tercatat sebesar 10,34 persen, sedangkan Lobar mencapai 11,60 persen atau sekitar 91.180 jiwa warga miskin.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Lobar untuk memperkuat efektivitas program, memperluas peluang ekonomi, dan memastikan intervensi pemerintah semakin tepat sasaran.
Umi Nurul, sapaan Wabup Lobar menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Diperlukan upaya berkelanjutan yang mampu meningkatkan kemampuan masyarakat, membuka akses terhadap kesempatan kerja, serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian ialah sektor kerajinan tenun.
Loteng dinilai memiliki pengalaman yang dapat dipelajari dalam mengembangkan usaha tenun agar produk lokal mampu menjangkau pasar lebih luas. Penguatan sektor kerajinan perlu didukung strategi pemasaran yang tepat sehingga para penenun tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperoleh peluang usaha dan pendapatan yang lebih baik.
Sementara itu, H. M. Nursiah, menegaskan, kunjungan antardaerah seharusnya menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, bukan sekadar meniru program yang telah diterapkan di daerah lain.
Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki karakteristik dan perjalanan pembangunan yang berbeda. Karena itu, keberhasilan suatu program perlu dipelajari secara menyeluruh sebelum disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.
Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, Nursiah memaparkan tiga strategi utama yang menjadi perhatian Pemkab Loteng, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
“Di samping tiga strategi tersebut, peran TKPKD kami optimalkan dan peningkatan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah,” tegasnya.
Optimalisasi peran TKPKD dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program berjalan terarah, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kunjungan kerja ini melibatkan lintas perangkat daerah Lobar, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah, Bapperida, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, perangkat daerah yang membidangi pertanian, Dinas Sosial, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, staf ahli, serta sejumlah kepala bagian. (her)






