Mataram (EKBIS NTB) –Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mengungkap keberadaan sebuah kawasan yang diduga menjadi tempat penampungan sejumlah keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Lingkungan Cermen, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang.
Kawasan yang disebut sebagai “Kampung Miskin” diduga dihuni sekitar 10 kepala keluarga (KK), termasuk warga yang beraktivitas sebagai anak jalanan (anjal), pengamen, badut jalanan, serta gelandangan dan pengemis (gepeng).
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan kawasan tersebut diduga menjadi tempat tinggal sementara bagi para PMKS. Mereka disebut menempati lahan kosong dengan bangunan sederhana beratapkan terpal.
“Ada lahan kosong yang memang dibangun dengan tenda terpal untuk tempat tinggal mereka. Ditampung di sana,” ujarnya, Selasa (20/10).
Muzakkir memperkirakan sekitar 10 KK tinggal di kawasan tersebut. Selain menjadi tempat tinggal, lokasi itu diduga dimanfaatkan oleh oknum koordinator untuk mengarahkan warga pendatang melakukan aktivitas di jalanan.
Menurut Muzakkir, sejumlah warga yang baru mulai beraktivitas sebagai anak jalanan atau pengemis diduga mendapat dukungan dari oknum tersebut. Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan aktivitas di ruang publik.
“Mereka dikoordinasi. Bahkan, bagi mereka yang baru bergelut sebagai anak jalanan atau pengemis, kemudian didukung. Oknum ini sengaja mendorong yang bersangkutan untuk memberikan contoh kepada pengguna jalan atau masyarakat yang lewat,” ungkapnya.
Informasi mengenai keberadaan kawasan tersebut diperoleh Dinsos Kota Mataram dari keterangan seorang badut jalanan yang sebelumnya ditertibkan petugas. Berdasarkan informasi itu, Dinsos berencana menelusuri langsung lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan para PMKS tersebut.
“Itu yang memberikan informasi adalah mereka yang pernah tinggal di sana. Makanya, nanti coba kita cek,” jelas Muzakkir.
Sementara itu, Lurah Monjok Barat, Budiawan, mengaku belum dapat memastikan keberadaan kawasan yang diduga menjadi tempat penampungan sekaligus lokasi koordinasi aktivitas para PMKS di jalanan tersebut.
Ia mengatakan baru menjalani serah terima jabatan sebagai Lurah Monjok Barat setelah sebelumnya bertugas di Kelurahan Ampenan Tengah. Karena itu, ia belum mengetahui secara pasti informasi mengenai keberadaan kawasan tersebut.
“Saya belum tahu, baru serah terima jabatan. Coba nanti kita pastikan dan cek keberadaannya di mana kalau memang ada,” ujarnya. (pan)






