HomeKESEHATAN & KECANTIKAN100 Anak di Sumbawa Jalani Skrining dalam Program Beat Malnutrition

100 Anak di Sumbawa Jalani Skrining dalam Program Beat Malnutrition

Mataram (ekbisntb.com) – Program Beat Malnutrition mulai dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan menyasar anak-anak di Kabupaten Sumbawa. Program ini bertujuan membantu masyarakat mengenali tanda-tanda kekurangan gizi pada anak sejak dini.

Program tersebut dijalankan Abbott bersama Real Madrid Foundation dan Harapan Project. Harapan Project merupakan organisasi nirlaba yang menjalankan berbagai program pendidikan, kesehatan dan pengembangan masyarakat bagi anak-anak di Sumbawa.

Dalam pelaksanaan perdana program, lebih dari 100 anak usia sekolah menjalani pemeriksaan atau skrining gizi untuk mengetahui risiko malnutrisi.

- Advertisement -

Selain pemeriksaan anak, program ini juga memberikan pelatihan kepada 37 guru dan pelatih Harapan Project. Mereka dilatih untuk mengenali anak yang berisiko mengalami kekurangan gizi dan membantu menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan yang sesuai.

Salah satu alat yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah pita z-score Lingkar Lengan Atas (LiLA). Alat sederhana ini dapat digunakan untuk mengetahui risiko kekurangan gizi pada anak dalam waktu singkat.

Head of Medical Affairs for Abbott’s Nutrition Business in Indonesia, dr. Prawira Winata, mengatakan masalah gizi pada anak masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama.

“Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasinya. Bersama Real Madrid Foundation dan mitra lokal, kami membekali masyarakat dengan edukasi gizi untuk membantu anak-anak menjalani hidup yang lebih sehat,” ujarnya.

Program Beat Malnutrition merupakan kerja sama Abbott dan Real Madrid Foundation yang telah diperluas ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sejak 2023, program tersebut telah melatih lebih dari 300 tenaga kesehatan dan relawan untuk melakukan skrining malnutrisi. Program ini juga telah menjangkau lebih dari 12.000 anak untuk pemeriksaan gizi.

Di Indonesia, persoalan kekurangan gizi masih menjadi perhatian. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 21,5 persen balita mengalami stunting, 15,9 persen mengalami berat badan kurang, dan 8,5 persen mengalami wasting atau sangat kurus.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan belajar dan kesehatan anak dalam jangka panjang. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.(*)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut